TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Tukka - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bergerak cepat, memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak banjir susulan di Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Minggu (15/3/2026).
Pelayanan kesehatan dipusatkan di lokasi pengungsian warga di SMP Negeri 3 Tukka.
Baca Juga:
Pemerintah Targetkan JKN Menjangkau Seluruh Penduduk Indonesia pada 2030
Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisna Panjaitan mengatakan, tenaga medis dikerahkan untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terjaga pasca banjir.
Menurut Lisnawati, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati dan Wakil Bupati Tapteng, agar seluruh warga terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.
“Tenaga kesehatan langsung turun memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengungsi. Ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Tapteng untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga,” kata Lisnawati.
Baca Juga:
Akses Sulit dan Lumpurnya Tinggi, Empat Puskesmas di Aceh Belum Pulih Pasca Bencana
Berdasarkan data di lokasi pengungsian, sebanyak 142 jiwa dari 42 Kepala Keluarga yang terdampak banjir telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis.
Lisnawati memastikan seluruh warga pengungsi akan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis secara menyeluruh, termasuk pemantauan kondisi kesehatan secara berkala untuk mencegah munculnya penyakit pasca banjir.
Dalam pelayanan tersebut, tenaga kesehatan melakukan beberapa jenis pemeriksaan di antaranya, pemeriksaan tanda vital seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan denyut nadi, pemeriksaan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang kerap muncul di lokasi pengungsian.
Selanjutnya, pemeriksaan penyakit kulit akibat paparan air banjir, pemeriksaan diare dan gangguan pencernaan, pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak, ibu hamil dan lansia, serta pemberian obat-obatan serta vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.
“Selain pemeriksaan kesehatan, tim medis juga memberikan edukasi kesehatan kepada para pengungsi,” ujar Lisna.
Masih kata Lisna, untuk memastikan pelayanan berjalan efektif, Dinkes Tapteng juga menerapkan sistem pelayanan terpadu di lokasi pengungsian, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan kesehatan awal (skrining), pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis, hingga pemberian obat dan pemantauan kesehatan lanjutan.
“Melalui sistem pelayanan ini, setiap warga yang datang akan langsung diperiksa dan dicatat kondisi kesehatannya, sehingga memudahkan pemantauan jika muncul keluhan kesehatan selanjutnya,” timpalnya.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memastikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir, akan terus dilakukan selama masa pengungsian, hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]