TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Sibabangun - Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, sekaligus menambah kecintaan terhadap persyarikatan, Muhammadiyah Ranting Sibabangun konsisten menggelar tabligh mobil (tabligh keliling).
Pada pekan ke-3 Juni 2026 yang dilaksanakan di kediaman Asaluddin Pasaribu, Kamis (18/6/2026) malam, menghadirkan mubaligh Ust Rahmin Simatupang.
Baca Juga:
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis 19 Februari 2026
Dalam tausiyahnya, Ketua Majelis Tabligh PD Muhamamdiyah Tapteng ini, memaparkan konsep hijratul qolbi (hijrah hati), yang merupakan proses membersihkan hati dari sifat buruk dan memindahkannya ke arah kelembutan dan kesucian hati.
Hijrah ini menggambarkan sebuah proses spiritual atau emosional di mana seseorang mengubah arah, niat, atau kebiasaan batinnya, menuju kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Kita manfaatkan momentum hijrah dengan memurnikan tauhid, untuk menjalani sisa hidup kita yang mungkin tidak tahu kita kapan berakhir," ujar Ust Rahmin.
Baca Juga:
Wamendikdasmen Hadiri Tarhib Ramadan 1447 H di Sumedang, Dorong Penguatan Pendidikan Karakter
Dituturkannya, hijrah itu identik dengan Muhammadiyah yang merupakan gerakan pembaharuan. Sebagai organisasi dakwah amar ma'ruf nahi munkar, warga Perserikatan Muhammadiyah harus menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
"Konsep ini merupakan kewajiban moral setiap muslim, agar tercipta tatanan masyarakat yang adil, harmonis, dan berakhlak," imbuhnya.
Penceramah yang selalu berpenampilan flamboyan ini menekankan agar warga Muhamadiyah tidak monoton. Warga persyarikatan harus bisa berinovasi dan berkolaborasi, di tengah-tengah perkembangan zaman yang sudah semakin canggih.
"Warga Muhammadiyah itu harus inovatif. Al-Qur'an dengan segala perintah di dalamnya sifatnya universal. Diperlukan variasi dan inovasi bagaimana agar misi dakwah amar ma'ruf nahi mungkar itu bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sibabangun, Edy Syaputra Tanjung, menegaskan komitmen pihaknya untuk mengintensifkan pengajian tabligh keliling.
Selain menyampaikan syiar Islam, menurutnya, metode dakwah dengan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain efektif mempererat silaturahmi, karena membangun kedekatan emosional langsung dengan warga persyarikatan.
"Ada interaksi langsung yang menghubungkan berbagai individu yang berbeda. Tatap muka itu menghapus jarak sosial," katanya.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]