TAPTENG.WAHANANEWS.CO - SIBABANGUN
Hingga 23 hari pasca banjir bandang dan tanah longsor menghancurkan Desa Sibio Bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapin Tengah (Tapteng), ratusan warga yang sempat terisolir kini tengah menantikan pemulihan pasokan listrik.
Bencana yang menelan korban 11 orang (4 ditemukan, 7 masih hilang) juga menghanyutkan puluhan tiang listrik dan merusak infrastruktur pendukung lainnya.
Baca Juga:
Dari Mandalika untuk Dunia, ALPERKLINAS: PLN Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global
"Mohon doa supaya cepat dipulihkan keadaan desa kami," ujar Kepala Desa Demianus Zendrato saat mengkonfirmasi jumlah korban kepada wartawan pada Jumat (19/12/2025) malam.
Kondisi akses menuju desa yang sangat rusak telah membuat kebutuhan pokok warga terbatas selama ini.
Baca Juga:
PLN Luncurkan GIGA ONE untuk PLTS 1,2 GW, ALPERKLINAS: Lompatan Strategis Energi Bersih
Meskipun bantuan dari pemerintah daerah dan relawan mulai masuk serta kehidupan warga mulai sedikit membaik, penerangan malam menjadi harapan utama yang paling dinantikan.
Damianus, Kepala Desa setempat menyampaikan bahwa pihaknya telah bertemu dengan petugas PLN dan melaporkan titik-titik kerusakan akibat bencana yang terjadi tiga minggu lalu.