TAPTENG.WAHANANEWS.CO - SIBOLGA – Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKBJ) Papua Pegunungan, bersama dengan Gubernur Papua Pegunungan DR.HC. Jhon Tabo, SE, MBA, menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana longsor dan banjir di Sibolga dan Tapanuli Tengah dengan menyalurkan bantuan uang tunai total Rp130 juta pada Senin (9/2/2026) pagi.
Baca Juga:
Percepat Pemulihan Usai Bencana di Sumatera, Polri Kerahkan Alat Berat
Bantuan pertama senilai Rp40 juta diserahkan kepada Biara Kapusin Yohaneum Sibolga, diterima langsung oleh Bendahara Biara, Pastor Albert Simbolon.
Sakkarias Siagian,SE yang mewakili Ketua IKBJ Gotlief Sihombing SE, MSi, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas dari komunitas Batak di Jayawijaya.
Baca Juga:
Potong 15 Persen Dana Bantuan, Kejaksaan Bongkar Modus Korupsi Kadis Sosial Samosir
"Kami datang atas nama Ikatan Keluarga Batak di Jayawijaya dan Gubernur Papua Pegunungan untuk menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara yang terkena musibah. Ini adalah bentuk kerja sama kita dalam menghadapi kesulitan bersama," ucap Sakkarias Siagian.
Pastor Albert Simbolon mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, menyatakan bahwa bantuan akan sangat membantu percepatan pemulihan masyarakat terdampak.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pusat Distrik IX HKBP Sibolga Tapteng Nias di Sibolga Julu, menyerahkan bantuan Rp50 juta yang diterima oleh Pdt. Nikson Simajuntak, S.Th, Praeses HKBP Distrik IX.
"Atas nama jemaat dan masyarakat, kami mengucapkan ribuan terima kasih. Semoga bantuan ini memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara yang sedang kesulitan," katanya.
Tak berhenti sampai di situ, rombongan berangkat ke Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk menyerahkan bantuan Rp40 juta kepada Jemaat GSJA Pinangsori, diterima oleh Gembala Sidang Pdt. P Sihombing beserta Ibu Gembala.
"Kami sangat berterima kasih dan bersyukur atas pertolongan Tuhan yang datang melalui IKBJ Papua Pegunungan. Bantuan ini merupakan harapan bagi kami di tanah Pasogit," ujarnya, sekaligus berdoa agar semua pihak yang terlibat diberikan kesehatan dan berkat berlimpah.
Nency E W Pardede dan Sakkarias Siagian, utusan IKBJ Papua, menjelaskan bahwa total bantuan merupakan amanah dari Gubernur dan masyarakat Batak di Jayawijaya.
"Kita menyaksikan kondisi bencana melalui media dan merasa perlu memberikan bantuan sekecil apa pun. Semoga dapat bermanfaat," tambah Siagian.
Sebagai informasi, IKBJ adalah organisasi kemasyarakatan yang menyatukan perantau Batak di Kabupaten Jayawijaya sejak tahun 1970-an.
Selain memelihara kerukunan dan kearifan lokal, organisasi ini juga rutin melakukan kegiatan sosial dan keagamaan untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Bencana longsor dan banjir di Sibolga dan Tapanuli Tengah telah mengakibatkan kerusakan signifikan pada rumah tangga dan fasilitas umum.
Pemerintah Kota Sibolga dan Pemkab Tapteng telah mengakhiri masa tanggap darurat dan memasuki fase transisi menuju pemulihan, sementara Biara Kapusin Sibolga telah aktif membantu korban dengan menyediakan tempat penampungan dan bantuan lainnya sejak awal musibah terjadi.
[REDAKTUR : JOBBINSON PURBA]