TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Pandan - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan pertamax kembali menjadi perhatian, setelah kembali sulit ditemukan dalam beberapa waktu terakhir di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng).
Kondisi ini mengakibatkan antrean kendaraan roda empat maupun roda dua terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) di Tapteng dan Kota Sibolga, Sabtu (31/1/2026).
Baca Juga:
Antrian Panjang BBM Terus Terjadi, Pemkab Dairi Surati Pertamina Minta Tambahan Kuota
Pantauan di beberapa SPBU di Tapteng dan Kota Sibolga, antrean kendaraan mengular hingga lebih dari 1 kilometer dan memakan badan jalan dari arah utara ke selatan. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan dan kesemrawutan arus lalu lintas dari dua arah.
Suryani (36), warga Pandan, yang bekerja sebagai karyawan, mengungkapkan kekesalannya akibat BBM yang langka. Satu pekan terakhir dirinya kerap terlambat ke kantor menyebabkan dia mendapat teguran dari atasan.
"Uang kerajinan hangus beberapa hari ini karena saya telat akibat mengantre di SPBU. Kadang harus menunggu 3 hingga 4 jam hanya untuk mengisi tiga liter pertalite saja," ujarnya di lokasi SPBU Pandan.
Baca Juga:
Pasokan BBM Macet, Warga Tigalingga Dairi Kesulitan Keluarkan Hasil Tani
Suryani berharap agar Pertamina sigap dalam menanggapi keluhan dari masyarakat, karena akan sangat mempengaruhi roda perekonomian warga, yang saat ini masih dalam tahap pemulihan akibat bencana ekologis yang terjadi akhir November 2025 lalu.
"Tolong bantu kami yang saat ini dalam tahap pemulihan pascabencana," sebutnya.
Pengendara lainnya, Farel Andika, mengaku kehabisan bahan bakar di depan SPBU PT Bintang Natio Pandan pada pukul 21.00 WIB. Namun SPBU tersebut sudah tutup. Padahal normalnya SPBU tersebut beroperasi 24 jam.