TAPTENG.WAHANANEWS.CO - PINANGSORI – Beredarnya postingan di media sosial yang menyebutkan adanya mobil tangki bermuatan minyak goreng masuk ke lingkungan Dapur SPPG di Jalan Bandara Pinangsori dipastikan tidak benar atau berita bohong.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Richard pengurus SPPG Pinangsori saat dikonfirmasi awak media terkait unggahan berjudul “SOROTAN: Minyak Goreng dari Mobil Tangki untuk Dapur MBG Pinangsori, Sesuai Standarkah?”. Menurut penjelasannya, informasi tersebut tidak memiliki dasar fakta apa pun.
Baca Juga:
Komisi IX Soroti Bengkaknya Titik SPPG, Pemerintah Diminta Audit Total
“Tidak benar itu minyak goreng. Kendaraan yang masuk ke area kami adalah mobil tangki air bersih yang dipesan khusus untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari di dapur,” jelasnya Richard pada awak media ini Senin (15/6/2026) malam.
Dirinya juga menjelaskan bisa memberikan bukti vidio maupun rekaman video bahwa keberadaan Mobil tanki tersebut bukan membawa minyak goreng melainkan air bersih yang langsung di saluran ke bak penampung air di dapur.
Pihak pengurus sangat menyayangkan penyebaran informasi tersebut tanpa melalui proses klarifikasi terlebih dahulu. Menurutnya, pembuat berita hanya mengandalkan tulisan di akun media sosial tanpa memeriksa kebenarannya secara langsung ke lokasi atau pihak terkait.
Baca Juga:
Sosok AYS Tersangka Baru Korupsi MBG, Diduga Atur Titik SPPG Lewat Akses dari Sony Sonjaya
“Yang disayangkan adalah berita disusun hanya berdasarkan apa yang ditulis orang lain, tanpa ada upaya konfirmasi untuk memastikan kebenarannya,” tambahnya.
Disebutkan pula dalam unggahan tersebut, salah satu akun bernama Togar Bondar melalui halaman TAPTENG BERSATU UNTUK PERUBAHAN (TBUP) pada Senin (15/6/2026) mempertanyakan apakah penyaluran minyak goreng lewat tangki telah memiliki izin resmi dan memenuhi standar kualitas Badan Gizi Nasional (BGN). Namun pertanyaan tersebut didasarkan pada asumsi yang keliru sejak awal.
Terkait tindak lanjut hukum, pihak manajemen SPPG Pinangsori menyatakan hal ini masih dibahas. Saat ini mereka masih menunggu itikad baik dari penyebar informasi untuk memberikan penjelasan serta bukti yang jelas jika memiliki data pendukung.