TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Sibolga - Satu unit rumah nelayan di Jalan Mawar, Gang Reformasi Ujung, Ketapang, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, roboh dihantam ombak, Jum'at (4/4/2025).
Rumah panggung yang memiliki kaki-kaki penyangga dari kayu tersebut sepertinya tidak dapat menahan terjangan air laut. Tiang-tiang yang telah rapuh terlihat mengapung diatas permukaan air. Tampak beberapa remaja mengevakuasi material bangunan yang tersisa ke darat.
Baca Juga:
Bangunan Diduga Mirip "Kuburan" di Siantar Dirobohkan
Posisi rumah yang berada paling ujung dan menghadap ke arah laut diduga mengakibatkan gelombang air laut leluasa menghantam pondasi rumah tersebut.
Pemilik rumah, boru Nainggolan mengatakan, kejadian naas itu terjadi sekira pukul 19.30 WIB. Angin kencang dan ombak meluluhlantakkan rumah yang telah dibangun pada tahun 1995 itu.
"Tadi malam kan hujan sangat deras disertai angin. Gelombang laut juga besar. Pada saat petir yang kencang itulah ambruknya," ujar boru Nainggolan.
Baca Juga:
Viral Tiang Listrik Roboh 1 Bulan di Cijeruk Tak Diperbaiki, PLN: Sudah Dikerjakan
Meski rumah itu tidak dipergunakan sebagai rumah tinggal, namun dirinya mengaku sangat terpukul atas bencana yang menimpa. Sebab, tak hanya rumah, ombak laut juga telah merobohkan kandang ternak miliknya.
Adapun jenis kerugian yang dialami merupakan perkakas nelayan seperti jaring, genset sebanyak 2 unit, alat perebusan ikan dan induk babi 1 ekor. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
"Kalau total kerugian ya besarlah dek, puluhan juta lah," ucap Ibu 5 anak itu.
Sementara itu, Tati Siburian, yang merupakan anak korban mengungkapkan, awalnya mereka tidak tahu jika rumah tersebut telah ambruk, hingga salah seorang tetangga memberitahukan insiden tersebut.
"Malam itu, kami lagi di rumah yang satunya lagi. Rumah yang roboh itu tempat perebusan dan menjemur ikan. Jadi kami diberitahu tetangga," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini, keluarga mereka telah dikunjungi oleh Wali Kota Sibolga, BPBD, Dinas Sosial dan aparatur pemerintah setempat.
[Redaktur : Hadi Kurniawan]