Selanjutnya, pemeriksaan penyakit kulit akibat paparan air banjir, pemeriksaan diare dan gangguan pencernaan, pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak, ibu hamil dan lansia, serta pemberian obat-obatan serta vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.
“Selain pemeriksaan kesehatan, tim medis juga memberikan edukasi kesehatan kepada para pengungsi,” ujar Lisna.
Baca Juga:
Pemerintah Targetkan JKN Menjangkau Seluruh Penduduk Indonesia pada 2030
Masih kata Lisna, untuk memastikan pelayanan berjalan efektif, Dinkes Tapteng juga menerapkan sistem pelayanan terpadu di lokasi pengungsian, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan kesehatan awal (skrining), pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis, hingga pemberian obat dan pemantauan kesehatan lanjutan.
“Melalui sistem pelayanan ini, setiap warga yang datang akan langsung diperiksa dan dicatat kondisi kesehatannya, sehingga memudahkan pemantauan jika muncul keluhan kesehatan selanjutnya,” timpalnya.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memastikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir, akan terus dilakukan selama masa pengungsian, hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.
Baca Juga:
Akses Sulit dan Lumpurnya Tinggi, Empat Puskesmas di Aceh Belum Pulih Pasca Bencana
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]