TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Pandan - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, menerima kunjungan Caritas Indonesia (Yayasan KARINA-KWI), yang merupakan lembaga kemanusiaan resmi Gereja Katolik.
Rombongan Caritas Indonesia diterima Bupati di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng, Rabu (29/4/2026), di Pandan.
Baca Juga:
Gelar Musrenbang RKPD, Bupati Tapteng: Momentum Menata Arah Pembangunan yang Lebih Tangguh
"Semenjak masa tanggap darurat hingga pada transisi darurat ke pemulihan, perhatian dan kepedulian Caritas Indonesia sangat membantu," sebut Masinton Pasaribu.
Bupati mengungkapkan, bantuan yang diberikan di bidang kesehatan, air bersih, dukungan psikososial, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi.
"Atas nama Pemkab Tapteng mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Caritas Indonesia atas bantuan kemanusiaan pemulihan bencana di Tapteng," ujar Bupati Tapteng.
Baca Juga:
Intensif Kunjungi Tapteng, Ini Alasan Bobby Nasution
Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk mengatakan, Caritas Indonesia bersama dengan Caritas-PSE Keuskupan Sibolga akan terus melanjutkan respon baik. Hingga Januari tahun depan pihaknya akan melanjutkan program program kemanusiaan di Tapteng.
"Caritas Indonesia akan mempertanggungjawabkan apa yang diterima dari masyarakat, dari umat, dan dari teman-teman Caritas Indonesia di luar negeri," kata Romo Fredy
Oleh karena itu, sambung Romo Fredy, Caritas Indonesia akan melakukan real tim evaluation, memastikan pelayanan kemanusiaan dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, dan dikerjakan dalam kebenaran dan keadilan, baik itu penerima manfaat maupun pemerintah.
Sementara itu, Pembina Yayasan Caritas Indonesia, Mgr Aloysius Sudarso mengungkapkan, Uskup-uskup Indonesia juga ingin berpartisipasi kemanusiaan.
"Hati kami tergerak, kita itu disatukan dalam kemanusiaan mau dari agama apa, suku apa, semua di sini terdampak banjir yang patut dibantu," tegasnya.
Sedangkan Direktur Caritas-PSE Keuskupan Sibolga, Romo Walter Manurung menjelaskan, kedatangan Caritas Indonesia dalam rangka meyampaikan progres pelaksanaan telah dilaksanakan oleh Tim Caritas Sibolga bersama dengan Caritas Indonesia, yang terlibat aktif respon dalam penanggulangan bencana banjir dan longsor di wilayah Tapanuli Tengah.
"Caritas Indonesia bersama dengan Keuskupan Sibolga dan pihak pemerintah, selama ini menjalin komunikasi dan relasi dan koordinasi yang baik,"
Dituturkan, pencapaian Program EA 23/2025 (Emergency Appeal 2023-2025) Caritas Indonesia, distribusi peralatan dapur 1.000 paket, distribusi paket pangan 1.000 paket, distribusi shelter kit 500 paket (kajian penerima manfaat).
selain itu, distribusi hygine kit 500 paket (kajian penerima manfaat), pembangunan sumber air bersih dari 7 titik dari 20 yang direncanakan, pembangunan toilet komunal di 3 titik dari 20 yang direncanakan.
Kemudian, layanan kesehatan 140 orang, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) 19 unit dari 152 unit yang direncanakan retrofitting direncanakan 100 unit, promosi kesehatan di 3 desa dukungan psikososial, serta pemulihan mata pencaharian.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]