TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Pandan - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, menerima audiensi civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Barus, di ruang kerjanya, pada Senin (15/6/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan institusi pendidikan, dalam merawat nilai-nilai keberagaman di bumi Tapteng.
Baca Juga:
Bupati Masinton Hadiri Rapat Paripurna DPRD Tapteng Terkait Rekomendasi LKPJ TA 2025
Bupati Masinton pada kesempatan itu menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah perbedaan dan keberagaman suku, adat, budaya serta keyakinan. Sejauh ini di Tapanuli Tengah, dalam keberagaman masyarakatnya hidup rukun dan menjunjung tinggi toleransi.
"Kita harus punya semangat yang sama agar kita menjaga peradaban. Jika kita menilik literasi sejarah pemikiran Bung Karno sebelum negara ini berdiri, kita mendirikan negara yang mempersatukan Nusantara dengan keberagaman adat dan budaya melalui Pancasila," kata Bupati.
Masinton menambahkan, masyarakat Tapteng memiliki modal sosial yang kuat berupa toleransi yang tinggi. Ia berharap kehadiran STAI Barus dapat memperkaya khazanah intelektual di daerah, terutama melalui program studi yang ditawarkan.
Baca Juga:
Bupati Tapteng Lepas Ribuan Peserta Pawai Takbiran Iduladha 1437 H
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran STAI Barus. Kehadiran program studi keagamaan tentu menjadi penambah khazanah keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat kita," lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I STAI Barus, Rusmin Tumanggor, dalam paparannya menjelaskan bahwa saat ini STAI Barus yang berlokasi di Komplek Matauli Pandan memiliki dua program studi unggulan, yakni Prodi Studi Agama dan Prodi Sejarah Peradaban Islam.
"Prodi Studi Agama kami fokuskan agar mahasiswa mampu membaca dan memahami kitab suci, mencari kesamaan nilai antaragama. Dengan begitu, diharapkan tercipta sikap saling menjaga toleransi," jelas Rusmin.
Ia juga menyoroti urgensi melestarikan sejarah Barus sebagai pintu gerbang peradaban. Menurutnya, Barus adalah titik sejarah yang sangat penting, dengan ditemukannya jejak kedatangan Islam dan Kristen yang hidup berdampingan sejak lama.
"Ini adalah warisan peradaban yang harus kita jaga dan lestarikan bersama," tambahnya.
Audiensi ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban. Turut hadir mendampingi Bupati dalam pertemuan ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan, serta sejumlah Dosen dari STAI Barus.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]