TAPTENG.WAHANANES.CO, Sibabangun - Seribuan warga Muhammadiyah mengikuti Salat Idulfitri 1447 H di halaman SMP Muhammadiyah Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah, pada Jumat, 20 Maret 2026.
Bertindak sebagai imam H Juhri Ramadhan Nasution. Untuk khutbah disampaikan Suriyanto Tanjung. Salat Idulfitri dimulai pukul 07.30 WIB. Personel Polsek Sibabangun tampak mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Baca Juga:
30 KK di Dusun IV Anggoli Belum Nikmati Penerangan PLN, Harap Perhatian Pemerintah
Dalam khotbahnya, Suriyanto Tanjung menyoroti genosida yang terjadi di Gaza, kehancuran yang dipaksakan atas rakyat Palestina adalah luka menganga di tubuh umat manusia.
Menurutnya, agresi militer yang kini meluas secara terang-terangan ke Palestina dan Iran, menunjukkan betapa hukum internasional telah kehilangan wibawa dihadapan kepentingan hegoni.
"Fenomena ini mencerminkan sebuah kemunafikan global yang sangat nyata. Mereka berbicara tentang perdamaian namun mengirimkan amunisi penghancur, mereka berbicara hak asasi manusia tapi membiarkan jutaan jiwa menderita," ujar Suriyanto.
Baca Juga:
Bencana Banjir Bandang dan Longsor Sibabangun, Satu Jenazah Kembali Ditemukan
Ia menuturkan, refleksi pada Idulfitri tidak akan lengkap tanpa menoleh dengan jujur pada diri sendiri. Dunia Islam saat ini terjebak dalam fragmentasi yang akut. Ummat Islam yang jumlahnya mencapai hampir dua miliar tercerai berai, kehilangan orientasi sebagai satu tubuh yang saling menguatkan.
"Ramadhan seharunya mengembalikan kesadaran kolektif kita bahwa kita adalah satu umat yang kuat, bukan hanya karena jumlahnya, melainkan karena kesatuan visi peradaban yang kita miliki," katanya.