TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Pandan - Tidak melautnya nelayan pasca Idulfitri 1446 H, memicu harga ikan di Tapanuli Tengah (Tapteng) naik hingga menembus Rp100 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang ikan di pasar tradisional Pandan, boru Pasaribu mengatakan, selain disebabkan nelayan yang masih enggan melaut, permintaan ikan oleh masyarakat yang tinggi, memicu kenaikan drastis untuk semua jenis ikan maupun seafood.
Baca Juga:
Jelang Tahun Baru Imlek, Harga Bumbu Dapur di Tapteng Melangit
"Ikan masih banyak kosong di sejumlah tangkahan di Sibolga maupun Tapteng. Belum semua nelayan melaut karena masih lebaran," ujarnya, Jum'at (4/4/2025).
Diungkapkannya, kenaikan harga ikan mencapai 50 hingga 100 persen dari harga normal. Seperti ikan kakap merah yang sebelumnya hanya Rp65 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram, ikan gabu menjadi Rp95 ribu per kilogramnya. Begitu juga seafood seperti udang dan cumi-cumi juga mencapai Rp100 ribu per kilogram.
"Sekarang ikan gak ada yang murah, semua naik," jelas perempuan paruh baya itu.
Baca Juga:
Xiaomi 14T Series Resmi Masuk RI, Segini Harganya
Meski demikian, boru Pasaribu mengaku omset penjualan pedagang ikan naik, dikarenakan permintaan ikan yang sangat tinggi pasca lebaran.
"Tapteng kan terkenal dengan ikan bakarnya. Jadi banyak yang cari ikan untuk dibakar dalam jumlah besar. Mungkin untuk keluarga ataupun dijual kembali menjadi olahan makanan," pungkasnya.
Diperkirakan, harga ikan akan kembali normal jika cuaca membaik dan nelayan kembali beraktivitas mencari ikan di laut pasca libur Idulfitri.