"Terkait kebersihan lingkungan di dalam SPPG, kita bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah," imbuh Boy.
Boy mengimbau, bagi penerima manfaat yang sampai dengan hari ini belum mendapat, diharapkan bersabar menunggu beroperasi SPPG di Kecamatan masing-masing.
Baca Juga:
Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada 70 Tokoh Penggerak Gizi dan Ketahanan Pangan Nasional
Selain peserta didik, sambung Boy, akan ada juga penerima manfaat bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Diharapkan kepada seluruh SPPG, kiranya dapat menjalankan Program MBG dengan profesional, sehingga penerima manfaat dapat meningkatkan gizi.
Boy juga menyampaikan beberapa pesan kepada pengelola SPPG agar konsisten menjaga kualitas makanan dan tepat waktu. Bahan-bahan makanan yang digunakan harus sesuai dengan juknis dan standar BGN.
Sementara itu, Staf Dinas Kesehatan Tapteng, Wendi Kusuma Wardhana, meminta pengelola SPPG mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang wajib dimiliki oleh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga:
Presiden Prabowo: Program Pemenuhan Gizi Perkuat Fondasi Kebangkitan Ekonomi Nasional
Sertifikat tersebut merupakan bukti bahwa dapur memenuhi standar kebersihan, sanitasi, dan higienitas, untuk menjamin keamanan dan mutu makanan yang diproduksi untuk program MBG.
"SPPG juga harus mengedepankan keberhasihan lingkungan, personal, dan lingkungan kerja masing-masing. Makanan yang kita distribusikan untuk anak anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Jangan sampai ada yang keracunan karena dampak keracunan ini cukup besar terhadap kesehatan," ungkapnya.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]