TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Pandan - Pemkab Tapteng terus memperkuat komitmen dalam upaya pengurangan risiko bencana. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pembahasan rencana kerja sama strategis dengan Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI).
Pengembangan Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya (Multi-Hazard Early Warning System/MHEWS) tersebut, dilangsungkan di Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapanuli Tengah, pada Jumat (31/7/2026).
Baca Juga:
Normalisasi Sungai Silaga-laga, BNPB dan Pemkab Tapteng Kerahkan 4 unit Alat Berat
Kegiatan dibuka Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, Nurjalilah.
Dalam sambutannya, Nurjalilah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komitmen Yayasan OBI, dalam mendukung penguatan sistem peringatan dini yang terintegrasi demi meningkatkan ketangguhan daerah.
"Kami menyambut baik rencana kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap berbagai potensi bencana," ujar Nurjalilah.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Salurkan DTH bagi Korban Bencana di Kecamatan Sarudik
Melalui kolaborasi ini diharapkan sistem mitigasi dan peringatan dini dapat berjalan semakin optimal, sehingga mampu meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana.
Sebagai wilayah yang memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi terhadap ancaman banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, sambung Nurjalilah, Pemkab Tapteng memprioritaskan mitigasi berbasis teknologi, yang dipadukan dengan peningkatan kapasitas masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Pembak Tapteng bersama Yayasan Obor Berkat Indonesia membahas penyusunan nota kesepahaman sebagai dasar pelaksanaan program penguatan Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya.
Sebagai tindak lanjut dari penyusunan Nota Kesepahaman (MoU), kedua belah pihak bersama pemangku kepentingan terkait akan menggulirkan berbagai program aksi nyata.
Kerja sama ini direncanakan mencakup pembangunan dan pemasangan Public Warning System (PWS), di sejumlah kawasan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana banjir dan tanah longsor.
Yayasan Obor Berkat Indonesia merupakan lembaga kemanusiaan yang berkomitmen mendukung upaya pengurangan risiko bencana, melalui penguatan sistem peringatan dini dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi peringatan dini secara cepat, akurat, dan mudah diakses sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Dalam rencana kerja sama strategis ini, Yayasan OBI bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah akan mengintegrasikan teknologi modern langsung ke tengah-tengah masyarakat.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pemasangan perangkat Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS), yang dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) dan multisensor.
Perangkat canggih ini akan dipasang di sejumlah rumah ibadah, baik masjid maupun gereja, yang berada di kawasan berisiko tinggi.
Pemilihan rumah ibadah tidak hanya didasarkan pada fungsinya sebagai pusat komunitas, tetapi juga agar dapat berfungsi ganda sebagai sarana pemantauan kondisi lapangan secara real-time, sekaligus media penyebarluasan informasi darurat kepada warga sekitar.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]