TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Pandan - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, secara resmi membuka kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Tapanuli Tengah, di Gedung Serbaguna Pandan, Jumat (19/6/2026).
Agenda strategis nasional yang mengusung tema "Mencatat Ekonomi Indonesia" ini, dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh elemen daerah untuk menyukseskan jalannya pendataan.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Resmikan Fasilitas Pendidikan Hasil Kolaborasi Pacific Partnership 2026
Dalam arahannya, Bupati Masinton Pasaribu menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar rutinitas pendataan sektoral, melainkan sebuah ikhtiar besar dalam memotret wajah riil perekonomian daerah pascabencana yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2025.
"Data adalah kompas pembangunan. Pembangunan yang tidak berbasis data akan kehilangan arah, tidak fokus, dan tidak tepat sasaran," ujar Masinton.
Disebutkan, hasil Sensus Ekonomi 2026 ini nantinya akan menjadi fondasi penting dalam penyempurnaan RPJMD, RKPD, APBD, hingga strategi pengentasan kemiskinan, guna mewujudkan visi "Tapanuli Tengah Naik Kelas, Adil untuk Semua, Lestari dan Berkeadaban".
Baca Juga:
Dokumen Lahan Huntap Belum Ditanda Tangani, Ini Klarifikasi Pemkab Tapteng
Bupati memaparkan, berdasarkan data sebelum bencana 2025, Tapanuli Tengah masih menghadapi tantangan berat. Tingkat kemiskinan tercatat termasuk yang tertinggi di Sumatera Utara setelah Kepulauan Nias, diiringi angka pengangguran yang relatif tinggi.
Selain itu, dari total 159 desa, terdapat 80 desa yang berstatus tertinggal dan sangat tertinggal. Kondisi ini dipastikan mengalami pergeseran signifikan setelah hantaman bencana tahun lalu.
"Kita butuh data akurat untuk mengukur sejauh mana pemulihan ekonomi berjalan, sektor apa saja yang terdampak, serta melihat potensi ekonomi baru pascabencana," tukasnya