"Warga Muhammadiyah itu harus inovatif. Al-Qur'an dengan segala perintah di dalamnya sifatnya universal. Diperlukan variasi dan inovasi bagaimana agar misi dakwah amar ma'ruf nahi mungkar itu bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sibabangun, Edy Syaputra Tanjung, menegaskan komitmen pihaknya untuk mengintensifkan pengajian tabligh keliling.
Baca Juga:
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis 19 Februari 2026
Selain menyampaikan syiar Islam, menurutnya, metode dakwah dengan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain efektif mempererat silaturahmi, karena membangun kedekatan emosional langsung dengan warga persyarikatan.
"Ada interaksi langsung yang menghubungkan berbagai individu yang berbeda. Tatap muka itu menghapus jarak sosial," katanya.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]