TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Pandan - Pascabencana banjir bandang dan longsor, aktivitas belajar mengajar di sekolah kembali dilaksanakan, dengan menerapkan pelajaran menyenangkan dan trauma healing, serta psikososial bagi peserta didik.
Plt Kadis Pendidikan Tapteng, Johannes Simanjuntak menyampaikan, sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati Tapteng, proses belajar mengajar dilaksanakan mulai tanggal 5 Januari 2026.
Baca Juga:
Prabowo Dorong Rekayasa Teknik Besar untuk Pulihkan Sungai-sungai Aceh
"Tanggal 5 Januari 2026, semua sekolah sudah melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dengan menerapkan
pembelajaran menyenangkan. Tidak ada beban pekerjaan rumah," ujar Johannes Simanjuntak, Senin (5/1/2026), di Pandan.
Johannes menyebutkan, pelaksanaan ditandai dengan beberapa hal yang sudah direncanakan di awal, yang selanjutnya diimplementasikan.
Untuk sekolah yang masih terisolir seperti SD Sigiring-Giring, Hutana Bolon 3, proses belajar mengajar dilaksanakan di sekolah darurat, dengan memakai tenda dari Kementerian Pendidikan.
Baca Juga:
Cahaya di Tenda Pengungsian, Pemdes Sibiobio Salurkan BLT Dana Desa
Sebagian dari 161 siswa SD Hutanabolon 2 mengikuti proses belajar mengajar di SD Hutanabolon 1. Untuk sebagian lainnya, mengikuti proses belajar mengajar di tenda sekolah darurat.
"Siswa-siswi sangat antusias dan tetap bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar," ungkap Johannes.