Johannes menegaskan jika pihaknya sudah menyediakan bantuan seragam, alat tulis, dan tas, yang didistribusikan sesuai dengan data siswa terdampak bencana alam.
"Pada umumnya, siswa yang ada di Kecamatan Tukka sudah mendapatkan bantuan pakaian seragam sekolah dan alat-alat tulis," sambungnya.
Baca Juga:
Pemkab Tapanuli Utara Hadiri Rapat Kordinasi Percepatan Rehablitasi dan Rekonstruksi Percepatan Pascabencana
Johannes mengakui, sejauh ini, masih ada beberapa sekolah dalam proses pembersihan. Hal ini disebabkan ketebalan lumpur yang menutupi sekolah berada pada kisaran 80 centimeter.
"Ada beberapa sekolah masih proses pembersihan dengan memakai escavator dari Dinas PUPR Tapteng," imbuhnya.
Ia berkeyakinan, guru-guru yang didatangkan akan mampu memotivasi dan memberi semangat bagi siswa terdampak bencana. Selain pemberian pembelajaran tatap muka, siswa juga akan mengikuti kegiatan trauma healing dan psikososial.
Baca Juga:
Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Tiga Provinsi Terdampak Bencana
Lebih jauh disampaikan, dari 16 Kecamatan terdampak, kegiatan belajar mengajar sudah berjalan normal, dengan tingkat kehadiran siswa memcapai 90 persen.
Johannes mengklaim sudah melakukan langkah dengan membuat proposal pengajuan ke Kementerian Pendidikan dan Kementerian PUPR. Kedua kementerian ini diharapkan bisa membantu untuk melakukan rekonstruksi dan perbaikan sekolah.
"Ada 300 lebih sekolah yang terdampak yakni, 194 SD, 98 SMP, dan sisanya TK/PAUD. Kita terus melakukan pemetaan," pungkasnya.