TAPTENG.WAHANANEWS.CO - Bencana hidrometeorologi banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) meninggalkan duka mendalam.
Bencana banjir dan longsor yang terjadi membuat masyarakat berduka dan berada dalam kondisi darurat. Tangisan keluarga korban dan pengungsi di mana-mana. Akses transportasi, komunikasi, dan jaringan listrik lumpuh total.
Baca Juga:
Tiga Supermarket Tutup di Indonesia per Mei 2025, Ini Daftarnya
Disaat akses perekonomian lumpuh, bantuan tak kunjung datang. kemarahan warga yang sudah beberapa hari kesulitan memperoleh makanan memuncak. Warga terpaksa menjarah beberapa supermarket demi bertahan hidup.
“Sudah berapa hari ini bang, bantuan belum ada datang. Kami mau makan apa? Anak-anak kami sudah kelaparan,” ujar seorang warga Pandan dengan nada sedih, Sabtu (29/11/2025).
Kondisi tersebut turut menyulut emosi warga lainnya. Banyak pengendara yang melintas meneriakkan dukungan terhadap aksi penjarahan.
Baca Juga:
Supermarket di Singapura Kini Cantumkan Harga Satuan, Konsumen Bisa Bandingkan Lebih Mudah
“Hanjarrr! Sudah lapar masyarakat!," seru beberapa warga dengan lantang.
Bulog Sibolga juga tak luput dari aksi penjarahan. Ratusan warga korban bencana menjarah beras dari gudang milik Bulog Sibolga, yang didalamnya terdapat 2400 ton beras dan 43 ribu liter minyak goreng.