TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Sibabangun - Rencana pencarian korban hilang banjir bandang di Kecamatan Sibabangun, dengan menelusuri Sungai Garoga, Kamis (12/2/2026), dibatalkan, setelah mendengarkan masukan dan saran dari pihak keluarga korban.
Kepada tim pencari korban hilang dari Forkompimka Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), perwakilan keluarga, Seyaman Zendrato mengatakan, pencarian secara manual tidak akan menghasilkan apa-apa.
Baca Juga:
Angin Kencang, Banjir, hingga Karhutla Warnai Dinamika Kebencanaan di Kalimantan
"Sudah puluhan kali kami melakukan pencarian di sepanjang alur Sungai Garoga, namun tidak menemukan para korban," ujar Seyaman.
Didampingi beberapa keluarga korban lainnya, Seyaman menyarankan sekaligus meminta Pemkab Tapteng untuk membongkar kuburan massal di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan.
Seyaman menyebutkan, informasi didapatkan pihak keluarga, dari puluhan jasad yang dikubur di Batang Toru, Tapanuli Selatan, ada delapan jasad tanpa identitas. Keluarga meyakini, dari delapan jasad tanpa identitas tersebut, ada korban hilang dari Desa Muara Sibuntuon dan Desa Sibiobio.
Baca Juga:
BNPB Catat Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana Periode 8–9 Februari 2026
"Kami meyakini itu. Oleh karenanya, kami meminta Pemkab Tapteng untuk membongkar kuburan massal korban banjir bandang yang ada di Kecamatan Batang Toru," sebutnya.
Pria berperawakan kurus ini juga sangat menyayangkan tidak adanya upaya dari Tim SAR maupun BPBD Tapteng, untuk mencari korban pasca banjir bandang dan longsor yang menghantam Kecamatan Sibabangun akhir November 2025 lalu.
"Kami tidak pernah melihat adanya upaya dari Tim SAR maupun BPBD Tapteng untuk melakukan pencarian. Sudah dua bulan lebih lho. Baru ini upaya pencarian akan dilakukan, itupun karena diinisiasi Camat Sibabangun," kesalnya.
Mendengarkan permohonan dan keinginan keluarga korban, Camat Sibabangun, Romulus Simanullang, berjanji akan segera menindaklanjuti, berkoordinasi dengan Pemkab Tapanuli Tengah maupun Pemkab Tapanuli Selatan.
"Rencana pencarian yang akan dilakukan ini sebelumnya telah dikoordinasikan dengan pihak keluarga. Terima kasih atas sarannya, akan kami tidak lanjuti," kata Romulus, yang didampingin perwakilan TNI, Polri, dan BPBD.
Sebagaimana diketahui, akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah akhir November 2025 lalu, 12 warga Kecamatan Sibabangun diyatakan hilang.
Empat korban hilang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia yakni, Faozaro Zendrato, Rahmat Jaya Zendrato, Marlina Gulo, dan Fatieli Hulu. Korban-korban ini ditemukan pihak keluarga setelah melakukan upaya pencarian.
Sementara 8 korban lainnya masih belum ditemukan yakni, Abdul Manan Nasution, Radina Mendrofa, Selvia Zebua, Mitaria Telaumbanua., Johannes Hati Laoli, A Jese Zalukhu, Yostoni Laoli, Yuliadi Telaumbanua, dan Roy Sarma Pane.
Mirisnya, dua bulan lebih pascabencana, upaya pencarian delapan korban yang diduga hanyut di Sungai Garoga ini, tidak pernah dilakukan Tim SAR maupun BPBD Tapteng.
Kondisi ini menimbulkan protes keras dari keluarga korban. Hingga akhirnya, Camat Sibabangun menginisiasi pembentukan tim dari unsur Forkopimka, untuk melakukan pencarian di sepanjang alur Sungai Garoga.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]