Boru Tompul, salah satu pengungsi, mengaku tetap antusias mengikuti Misa Malam Natal. Walau tidak ada kemewahan dan dekorasi yang megah, tidak mengurangi semangat ibu paruh baya ini untuk mengikuti ibadah.
Bahkan ibadah yang dilaksanakan secara sederhana dengan penerangan yang serba terbatas tersebut, membuat boru Tompul semakin khusyuk memanjatkan doa dan lagu-lagu pujian.
Baca Juga:
Di Balik Terangnya Listrik, Ada Hati yang Peduli: PLN UID Sumut Bantu Korban Banjir Tapanuli Tengah
"Natal kali ini momentum untuk saling menguatkan dan membangun kebersamaan, agar bisa bangkit kembali," katanya.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]