Bupati Tapteng menambahkan, normalisasi sungai terus dilakukan oleh Dinas PUPR Tapteng dan bersama Balai Sungai, termasuk pembersihan sedimen tanah dan gelondongan kayu yang menutup aliran sungai.
Pemerintah Kabupaten Tapteng bersama Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta Kementerian PUPR, dijadwalkan melakukan groundbreaking pada 15 Januari 2026, untuk program pembukaan dan normalisasi sawah yang terdampak bencana.
Baca Juga:
Bupati Tapteng Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Jembatan Bailey Sungai Garoga
“Sawah ini sebenarnya sawah lama, tapi tertutup pasir dan lumpur. Kita normalkan kembali dengan alat berat, termasuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak dan tertimbun longsor. Targetnya, tahun ini sawah sudah bisa kembali ditanami,” tegas Bupati Tapteng .
Selain rehabilitasi lahan dan irigasi, sambung Masinton, Pemerintah Pusat juga akan menyalurkan bantuan bibit dan pupuk bagi petani, sebagai bentuk kehadiran negara dalam pemulihan sektor pertanian.
Tak hanya itu, Pemkab Tapteng juga akan melakukan penataan kawasan lereng perbukitan yang selama ini mengalami alih fungsi lahan.
Baca Juga:
Wakapolri Kunjungi Tapteng, Masinton Ucapkan Terimakasih
“Kita minta secara sukarela agar tanaman di lereng bukit diganti dengan tanaman produktif bernilai ekonomis seperti, durian dan aren, agar fungsi ekologis perbukitan kembali pulih,” imbaunya.
Sementara itu, Direktur Penyediaan Lahan Kementerian Pertanian, Geloria MK Ginting, menegaskan komitmen Pemerintah Pusat dalam percepatan rehabilitasi sawah pascabencana.
“Prinsipnya, seluruh lokasi sawah terdampak harus segera kita atasi dan rehabilitasi. Kabupaten Tapanuli Tengah kita jadikan salah satu prioritas penanganan pascabencana di Sumatera Utara,” sebut Geloria.