TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Sibolga - Mewujudkan swasembada pangan nasional dan mendongkrak kesejahteraan petani, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), serta penyaluran bantuan Kementan untuk Wilayah Rayon 6.
Rakor yang berfokus pada pengembangan sektor pertanian di Wilayah Rayon 6 ini, dilaksanakan di Aula Makodim 0211/TT, Jalan Sisingamangaraja, Sibolga, Rabu (10/6/2016).
Baca Juga:
Wali Kota Gunungsitoli Rakor dengan Kemendagri, Bahas Strategi Atasi Inflasi
Lima daerah yang masuk dalam Wilayah Rayon 6 yakni, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba, Kota Sibolga, dan Kota Pematangsiantar, mengikuti kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mahmud Efendi menegaskan, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu, program LTT tidak boleh dilihat hanya sebatas mengejar angka di atas kertas.
"Peningkatan luas tambah tanam bukan sekadar pencapaian angka statistik, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan produksi pangan, menjaga stabilitas pasokan bahan pangan, meningkatkan pendapatan petani, serta mendukung program swasembada pangan nasional," ujar Mahmud.
Baca Juga:
Rakor Pembangunan dengan Gubsu Bobby, Wali Kota Gunungsitoli Minta Ini
Mahmud menambahkan, optimalisasi lahan melalui strategi LTT menjadi kunci utama mendongkrak produktivitas. Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mengalirkan dukungan, mulai dari pembangunan infrastruktur, penyediaan sarana prasarana, peningkatan kapasitas, hingga penguatan kelembagaan tani.
Namun, keberhasilan program ini tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja. Mahmud Efendi mengajak seluruh elemen, mulai dari penyuluh pertanian, kelompok tani, pemerintah desa, hingga masyarakat luas untuk memperkuat kolaborasi di lapangan.
Pendampingan yang konsisten, penerapan teknologi modern, pemanfaatan lahan tidur, serta tata kelola irigasi yang prima harus menjadi fokus bersama.
Wakil Bupati tidak menampik adanya tantangan berat yang membayangi sektor pertanian saat ini, seperti dinamika perubahan iklim, ancaman banjir, dan kekeringan, keterbatasan sarana produksi, hingga laju alih fungsi lahan.
"Namun saya yakin, dengan semangat gotong royong dan kerja keras, tantangan tersebut dapat kita hadapi bersama," imbuhnya.
Rakor ini diharapkan mampu menghasilkan sinergi kuat antar-daerah di Rayon 6, guna mempercepat realisasi target tanam, dan memastikan bantuan dari Kementerian Pertanian tepat sasaran, demi ketahanan pangan kawasan yang lebih kokoh.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]