WahanaNews-Tapteng | Aksi damai yang digeler seribuan massa Gerakan Lintas Pemuda Ormas Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), di Pandan, Kamis (11/5/2023), menuai berkah bagi pemulung.
Pemulung memanfaatkan momen aksi damai untuk mengais rezeki. Berbekal karung besar dipundaknya, para pemulung memunguti sampah-sampah peserta aksi lalu mengumpulkannya.
Baca Juga:
Salah Satu Solusi Masalah Sampah, MARTABAT Prabowo-Gibran Minta Pemerintah Daerah Tiru Pemkot Samarinda yang Tempatkan Insinerator di Semua Kecamatan
"Alhamdulillah dapat rezeki," kata Nursya (61), saat memasukkan sejumlah botol kemasan air mineral ke dalam karungnya.
Tak butuh lama bagi warga yang berdomisili di sekitaran Kota Pandan ini untuk mengumpulkan sejumlah kardus-kardus dan botol bekas kemasan air mineral yang beserakan di sepanjang jalur lintas yang dilalui massa
"Belum lama saja saya di sini sudah berhasil mengumpulkan dua karung botol bekas," ujarnya.
Baca Juga:
Pastikan Sampah Tak Menumpuk Selama Lebaran, DLH Tangerang Siagakan 1.000 Petugas
Nursya mengaku, biasanya ia hanya dapat mengumpulkan botol plastik bekas sebanyak satu karung. Itupun setelah berjalan mengelilingi seluruh area perkantoran yang ada di Kota Pandan
"Itu dua kali jalan lho. Tapi kalau ada demo, bisa dapat dua karung. Itupun tanpa harus berkeliling," timpalnya.
Nursya mengungkapkan, botol-botol bekas yang ia kumpul dijual dengan harga yang bervariasi. Harga botol plastik bisa mencapai Rp 7 ribu per kg. Sementara kemasan aqua gelas Rp 3 ribu.
"Kenapa beda? Karena kualitasnya juga beda," imbuhnya.
Pantauan dilokasi aksi, tidak hanya Nursya yang mengais rezeki dengan mengumpulkan sampah-sampah peserta aksi yang berserakan. Beberapa pemulung lainnya dengan gesit mengumpulkan botol-botol plastik hingga kardus. [Hk]