TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Badiri - Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Tengah (Tapteng), Mahmud Efendi, menyambut kunjungan kerja Deputi Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Republik Indonesia, Dr Yayat Ruyat, beserta rombongan, di Bandara FL Tobing, Pinangsori, Senin (6/7/2026).
Kunjungan kerja ini difokuskan pada upaya pemulihan sektor pendidikan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Baca Juga:
Hadiri Safari Ramadhan Polda Sumut, Wabup Tapteng: Wujud Kebersamaan Dalam Memperkuat Persatuan
Usai prosesi penyambutan, Deputi Geoekonomi DPN, Yayat Ruyat, beserta rombongan bertolak menuju SMK Negeri 1 Badiri, Kecamatan Badiri, untuk menyerahkan bantuan fasilitas pendidikan bagi sekolah yang terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan berupa 144 unit kursi belajar (mobiler) dan 4 unit papan tulis. Fasilitas ini diberikan untuk mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar yang selama tujuh bulan terakhir masih dilaksanakan di ruang belajar darurat.
Dalam kesempatan itu, Wabup Mahmud Efendi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPN RI, atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.
Baca Juga:
Doakan Tapteng, Wabup Mahmud Efendi dan IPHI Gelar Sholat Tasbih
"Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya memiliki nilai material, tetapi juga menjadi simbol kepedulian, solidaritas, dan harapan, agar dunia pendidikan di Tapteng dapat segera bangkit," ujar Mahmud Efendi.
Wabup menegaskan komitmen Pemkab Tapteg untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait, dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya pada sektor pendidikan yang merupakan investasi utama masa depan daerah.
Di sisi lain, Deputi Geoekonomi DPN RI, Yayat Ruyat, menyampaikan keprihatinannya setelah melihat langsung kondisi ruang belajar darurat SMKN 1 Badiri.
Ia mengaku terkesan dengan semangat para guru dan siswa yang tetap menjalankan proses belajar mengajar, meski dengan fasilitas yang sangat terbatas.
"Kami menyampaikan rasa simpati yang mendalam. Semangat para siswa dan guru menjadi pelajaran berharga bagi kami," sebut Yayat.
Yayat menjelaskan, DPN sebagai lembaga di bawah Presiden RI memiliki tugas memberikan rekomendasi strategis terkait isu ketahanan nasional.
Terkait kondisi SMK Negeri 1 Badiri, ia menegaskan bahwa pihaknya akan menjadikan temuan di lapangan, sebagai bahan laporan kepada pemerintah pusat.
"Kami akan membawa berbagai masukan dari pihak sekolah untuk dilaporkan sebagai bahan pertimbangan, dalam upaya percepatan pemulihan sarana dan prasarana pendidikan," pungkasnya.
Kunjungan diakhiri dengan harapan agar proses pemulihan pascabencana dapat segera tuntas, sehingga seluruh siswa di Tapanuli Tengah dapat kembali belajar di fasilitas yang aman, layak, dan representatif.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]