TAPTENG.WAHANANEWS.CO ,- BADIRI– Desa Pagaran Honas Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah menerima alokasi Dana Desa sebesar Rp485.177.000 untuk tahun anggaran 2026.
Penyaluran dana ini datang di tengah upaya pemulihan pasca bencana longsor yang menghantam wilayah tersebut pada 25 November 2025, yang membuat sebagian desa bahkan hampir tak berbentuk lagi.
Baca Juga:
Ini Kronologis Penganiayaan Kades Muara Bolak Tapteng
Bencana tersebut memberikan dampak signifikan di berbagai sektor. Selain merusak lahan masyarakat, pemukiman warga, fasilitas pendidikan, dan rumah ibadah, desa ini juga mencatat adanya korban jiwa.
Kerugian yang tak terhitung mengakibatkan kebutuhan pokok warga harus ditanggulangi melalui hunian sementara di Lapangan Bola Kebun Pisang, yang disiapkan pemerintah daerah.
Meskipun pemerintah telah menjamin tempat tinggal yang layak bagi warga, ekonomi masyarakat yang putus total menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga:
Pemdes Pasar Sorkam Tapteng Gelar Musrenbang Tahun 2025
Di tengah kondisi ini, pemerintah desa melaksanakan musyawarah Rencana Pembangunan Desa (RKPD) tahun 2026 pada Selasa (20/1/2026) di lokasi tenda pengungsian Kebun Pisang.
Kepala Desa Pagaran Honas, Herianto menjelaskan bahwa fokus penggunaan Dana Desa tahun ini adalah untuk memaksimalkan penyerapan anggaran yang telah ditetapkan Kementerian Keuangan RI.
"Kita menyepakati fokus pemberdayaan masyarakat seperti Pembagian Bantuan Tunai Langsung (BLT) akan tetap dilanjutkan, penanganan stunting, dan pemberian gizi tambahan untuk bayi serta lansia," ujarnya.
Dalam musyawarah tersebut juga hadir berbagai pihak terkait, antara lain Babinsa Koramil 04/Pinangsori, Babinkamtibmas Polsek Pinangsori, perwakilan kecamatan, aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Pagaran Honas sendiri.
Situasi musyawarah yang berlangsung dengan akrab dan sederhana tersebut tidak hanya membahas penggunaan Dana Desa, tetapi juga perencanaan relokasi warga pengungsian.
"Tak hanya musdes ini, kita juga membahas tentang relokasi warga kita yang di pengungsian ini, gimana selanjutnya nanti," ungkap Kadus II.
Aparatur desa mengaku merasa sedih melihat kondisi saat ini, namun tetap bersyukur karena masih mampu menjalankan tugas dengan berkumpul bersama masyarakat untuk membahas masa depan desa.
[REDAKTUR : JOBBINSON PURBA]