TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Pinangsori - Seorang nelayan, Juliasa Lase (46), ditemukan tewas bersimbah darah di teras rumahnya di Dusun II Aek Kemuning, Desa Danau Pandan, Kecamatan Pinangsori, Tapteng, pada Selasa (19/8/2025)
Korban diduga meninggal akibat pendarahan hebat setelah mengalami luka robek di lengan kanannya.
Baca Juga:
Politeknik Negeri Fakfak Kembangkan Mesin Es Balok Ramah Lingkungan, Dongkrak Produktivitas Nelayan Pesisir
Kapolres Tapteng, AKBP Wahyu Endrajaya, melalui Kapolsek Pinangsori, Iptu J Sinurat menjelaskan, penemuan jasad korban berawal dari laporan warga.
"Setelah menerima laporan, personel langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi," ujar Sinurat.
Diungkapkan, berdasarkan keterangan dari istri korban, Satina Ami Laiya (41), dan adik kandung korban, Yanuari Lase (47), diketahui bahwa sebelum kejadian, korban sempat bertengkar dengan istrinya.
Baca Juga:
Komitmen Perkuat Perekonomian Pesisir, Amsakar-Li Claudia Serahkan Bantuan Sarana Tangkap Nelayan
Pertengkaran ini dipicu oleh kecemburuan korban yang menuduh istrinya berselingkuh.
"Menurut pengakuan istri korban, perselisihan tersebut terjadi setelah korban minum-minuman keras tradisional, tuak nifaro, bersama dua rekannya," timpal Sinurat.
Dalam kondisi mabuk, sambung Sinurat, korban mengancam istrinya dengan sebilah parang. Satina Ami Laiya kemudian memukul jendela kaca rumah, yang serpihannya melukai wajah korban.