TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Badiri - Banjir bandang yang menghantam Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Tapteng, Senin (16/2/2026), meninggalkan bekas luka mendalam bagi kurang lebih 80 Kepala Keluarga yang tinggal di kawasan tersebut.
Hujan deras yang mengguyur sepanjang hari membawa ribuan kubik kayu gelondongan, menerjang dan memporak-porandakan pemukiman warga.
Baca Juga:
Jadi Jembatan Hidup, Kapolsek Sibabangun Gendong Anak-anak Pengungsi Seberangi Sungai
Aliran Sungai Lubuk Ampolu yang meluap tak hanya menggenangi permukiman, melainkan juga membuat jalur baru yang langsung mengarah kepemukiman.
Sekitar 30 rumah terkena dampak langsung dari benturan kayu-kayu yang terbawa arus deras, sementara jembatan permanen penghubung desa terputus dan hanyut.
Sejumlah tiang listrik PLN juga tumbang, menyebabkan pasokan listrik mati total ke Desa Lubuk Ampolu dan dua desa di kawasan hulu.
Baca Juga:
Aliran Sungai Berpindah Jalur, Pemukiman Warga Lubuk Ampolu Terancam Hilang
Tak hanya listrik, pipa distribusi air minum juga mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian hanyut terbawa arus.
Sepanjang 200 meter jalan penghubung desa tertutup material kayu. Aliran sungai kini berpindah jalur hingga melintas di badan jalan.