TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Pandan - Bantuan logistik bencana ekologis 25 November 2025 tidak ditimbun, namun dikelola secara transparan dan disalurkan bertahap kepada masyarakat terdampak.
Hal ini disampikan Asisten Pemerintahan, Perekonomian, dan Pembangunan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Basyri Nasution, terkait keberadaan bantuan logistik yang masih tersimpan di Kantor Bupati Tapteng.
Baca Juga:
Harkitnas ke-118, Pemkab Tapteng Gelar Upacara di Lokasi Bencana
“Bantuan itu bukan untuk ditimbun ataupun dengan tujuan tertentu. Semua disimpan dan akan disalurkan secara transparan. Bisa dilihat langsung di Kantor Bupati,” ujar Basyri Nasution, Rabu (25/3/20269.
Ia menjelaskan, bantuan yang tersisa didominasi barang non pangan seperti, pakaian, tikar, kompor, ember, dan beko sorong. Bantuan tersebut disiapkan untuk masyarakat yang akan atau telah direlokasi ke Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap).
Menurutnya, mekanisme penyaluran dilakukan seiring kesiapan lokasi hunian. Begitu Huntara atau Huntap siap ditempati, bantuan langsung didistribusikan kepada warga.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng dan WVI Bangun Jaringan Air Bersih di Tapian Nauli
“Begitu masyarakat pindah ke Huntara, bantuan langsung kita serahkan. Termasuk kebutuhan dasar rumah tangga seperti tikar, pakaian, kompor, dan ember,” jelasnya.
Basyri mencontohkan, di Desa Sibiobio Kecamatan Sibabangun, sebanyak 12 unit Huntara telah siap dan langsung diisi oleh warga terdampak. Selain itu, enam kepala keluarga juga telah dipindahkan ke Huntara Asrama Haji Pinangsori dan menerima bantuan yang sama.
“Untuk Huntap yang sedang dibangun, begitu selesai, bantuan peralatan rumah tangga itu akan langsung kita salurkan sebagai bekal awal masyarakat,” tambahnya.