Jika sungai tidak segera dinormalisasi, dikhawatirkan Desa Lubuk Ampolu akan lenyap dari peta dunia.
Nurma Panggabean (50), salah satu warga Desa Lubuk Ampolu, mengungkapkan harapan akan bantuan alat berat untuk mengembalikan aliran sungai ke posisi semula.
Baca Juga:
Jadi Jembatan Hidup, Kapolsek Sibabangun Gendong Anak-anak Pengungsi Seberangi Sungai
“Kami mengharapkan agar pemerintah mengirimkan alat berat untuk mengembalikan aliran sungai ke posisi semula,” ucapnya dengan nada khawatir.
Camat Badiri, Ahmad Saufi Pasaribu, yang telah meninjau lokasi mengatakan, seluruh kondisi darurat di des Lubuk Ampolu telah dilaporkan langsung kepada bupati.
Ia berharap, minimal dua hingga tiga unit alat berat bisa segera dikerahkan untuk membuka akses dan menormalisasikan jalur sungai.
Baca Juga:
Aliran Sungai Berpindah Jalur, Pemukiman Warga Lubuk Ampolu Terancam Hilang
“Kita sudah laporkan pada Pak Bupati tentang kondisi saat ini, mulai dari akses yang putus, rumah warga yang rusak, hingga gangguan pasokan listrik dan air minum. Semoga alat berat bisa tiba dalam waktu dekat untuk membuka akses dan mengembalikan sungai ke jalurnya semula,” kata Saufi Kamis (19/2/2026).
Pantauan di lokasi, ribuan kubik potongan kayu menyebar diberbagai sudut dusun. Ini akan menjadi ancaman tersendiri bagi keselamatan warga, jika kondisi cuaca kembali memburuk dan air sungai meluap lagi.
[Redaktur: Jobbinson Purba]