Korban yang diduga emosi juga memukul jendela kaca yang sama, menyebabkan lengan kanannya robek
dan mengeluarkan banyak darah.
Karena merasa takut, Satina Ami Laiya meninggalkan rumah dan pergi ke rumah adik iparnya.
Baca Juga:
Dari Leato Selatan, Harapan Baru Nelayan Tumbuh di Kampung Nelayan Merah Putih
Beberapa saat kemudian, adik korban, Yanuari Lase, mendapat kabar dari warga bahwa korban ditemukan bersimbah darah dan tidak bergerak di teras rumah.
Saat tiba di lokasi, Yanuari mendapati korban dalam posisi duduk dengan luka robek di lengan kanan dan sudah tidak bernyawa.
"Pihak keluarga, termasuk istri, adik, dan perangkat desa, telah membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan autopsi dan visum," ungkap Sinurat.
Baca Juga:
Prabowo: Pemerintah Akan Perhatikan dan Hormati Nelayan di Seluruh Indonesia
Mereka juga menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum terkait kematian korban.
Sinurat memastikan jika pihaknya telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta membuat berita acara serah terima jenazah, dan pernyataan tidak keberatan dari pihak keluarga.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]