TAPTENG.WAHANANEWS.CO - PINANGSORI
Pasca terjadinya banjir bandang yang melanda sebagian wilayah Sumatera Utara dengan tingkat keparahan tinggi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Pemerintah Kabupaten Tapteng menginstruksikan seluruh pihak untuk berperan aktif dalam proses pemulihan, termasuk pembersihan tumpukan material lumpur yang menyumbat beberapa titik di berbagai kecamatan dan desa.
Salah satu desa yang terdampak langsung adalah Desa Parjalihotan, Kecamatan Pinangsori, dimana sejumlah fasilitas umum dan pemukiman warga mengalami kerusakan parah akibat banjir yang meluluhlantakkan kawasan tersebut.
Baca Juga:
Jembatan Terputus Akibat Banjir, Rakit Apung Jadi Jalur Alternatif
Tumpukan material lumpur yang sudah mengeras menyebar di beberapa dusun, khususnya Dusun 3, 5, 6, dan 7, sehingga perlu segera dibersihkan untuk mencegah terjadinya banjir kembali jika ada hujan susulan.
Jalan penghubung desa dengan Kecamatan Pinangsori serta saluran drainasenya juga banyak tertutup tanah bekas lumpur, yang menyebabkan air mudah meluap ke permukaan jalan saat hujan turun.
Baca Juga:
TNI-Polri Dukung Pemulihan Listrik Sumut, ALPERKLINAS Dorong Semua Elemen Masyarakat Terus Berpartisipasi Pascabencana
Kepala Desa Parjalihotan, Nuato Harefa, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong yang digelar merupakan tindaklanjuti langsung dari arahan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, saat melakukan kunjungan ke desa tersebut pada penghujung tahun 2025 silam.
"Kemarin Bapak Bupati datang untuk melihat langsung dampak banjir, termasuk kondisi jembatan Rambing yang putus akibat derasnya arus air," ujarnya.