"Setelah kami telusuri, tidak benar jika disebutkan bahwa kayu gelondongan dan longsor berasal dari lahan PT TBS. Beberapa titik longsor justru berada di kebun masyarakat dan tidak mungkin hulu sungai ini membawa kayu ke Sungai Garoga," katanya.
Pernyataan serupa disampaikan Heriyanto Sitompul dari Desa Aek Ngadol Kecamatan Batangtoru, Tapsel.
Baca Juga:
Ramadhan Berkah, PTAR Kembalikan Semangat dan Keceriaan Penyintas Lewat Trauma Healing
"Kami sudah melihat langsung. Pernyataan yang menyebut penyebab banjir dan kayu-kayu berasal dari lahan PT TBS adalah keliru. Ini disampaikan murni sesuai fakta yang kami temukan tanpa ada intimidasi atau gratifikasi dari pihak mana pun," tegasnya.
Di akhir kegiatan, Oloan Pasaribu membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin melakukan verifikasi lapangan.
"Saya siap memfasilitasi dan mengantar pihak pemerintah, kepolisian, TNI, maupun aktivis lingkungan hidup untuk menelusuri lahan PT TBS dan hulu Sungai Aek Nahombar," pungkasnya.
Baca Juga:
Pemulihan Sektor Pertanian, Pemkab Tapteng Serahkan Batuan 94 Ton Benih Padi Kepada Petani
[REDAKTUR : JOBBINSON PURBA]