Mahmud meminta agar proses pendampingan dan pengawasan terhadap penerima bantuan terus dilakukan, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran, tepat manfaat, serta bebas dari praktik pungutan liar.
Sebelumnya, dalam laporannya, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tapteng, Erman Syahrin Lubis menyampaikan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Pemprovsu melalui Dinas Koperasi dan UKM, terhadap pelaku UMKM yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Baca Juga:
AMS Labuhanbatu Salurkan Bantuan Semen untuk Korban Kebakaran di Talak Simin
Ia menjelaskan bahwa bencana yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah telah mengakibatkan terganggunya aktivitas usaha masyarakat, kerusakan peralatan, hilangnya bahan baku, hingga terhentinya operasional usaha.
Oleh karena itu, bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Erman juga memaparkan bahwa bantuan disalurkan kepada 49 pelaku UMKM yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Sarudik 10 penerima, Kecamatan Pandan 10 penerima, Kecamatan Tukka 10 penerima, Kecamatan Badiri 10 penerima, dan Kecamatan Barus 9 penerima.
Baca Juga:
Warga Cuma Mampu Kos di Jakarta Puluhan Tahun Bisa Dapat Bantuan Rumah
Adapun bantuan yang diserahkan berupa 4 unit kompor dua tungku, 12 unit kompor satu tungku, 4 unit blender, 5 unit mixer, dan 24 unit hand mixer, dengan total 49 unit.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]