TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Pinangsori - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Bobby Afif Nasution, didampingi Wakil Bupati (Wabup) Tapteng, Mahmud Effendi, meninjau pembangunan hunian tetap (huntap), yang diperuntukkan bagi warga terdampak bencana ekologis Tapteng.
Setiba di Bandara FL Tobing, Minggu (1/3/2026), Gubsu dan Wabup Tapteng langsung menuju lokasi hutap di Asrama Haji Pinangsori, untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target.
Baca Juga:
Kemenkes Catat ISPA, Hipertensi, dan Diare Dominasi Penyakit Pengungsi di Aceh Tamiang
Dalam peninjauan tersebut, Gubsu melihat langsung perkembangan pembangunan rumah yang diperuntukkan bagi warga terdampak bencana itu. Ia menegaskan agar proses pembangunan dikebut, agar korban bencana dapat segera menempati hunian.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Gubsu menilai pembangunan berjalan dengan baik tanpa kendala berarti. Sekitar 50 unit hunian yang dikerjakan dengan progres pembangunan mencapai 65 hingga 70 persen. Ditargetkan selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Yang kondisinya sudah 65 sampai 70 persen ada sekitar 50 unit. Kita perkirakan akan siap sebelum Idul Fitri. Yang sudah siap akan langsung kita masukkan penghuninya,” kata Bobby Nasution.
Baca Juga:
Tim Kesehatan TNI AD Beri Pelayanan Medis dan “Trauma Healing” Bagi Warga Aceh
Selain meninjau pembangunan hunian tetap, Gubsu juga mengunjungi warga yang masih tinggal di huntara Asrama Haji Pinangsori. Dalam kesempatan tersebut, Bobby berinteraksi langsung dengan warga, menyapa anak-anak serta memberikan bantuan uang tunai untuk keperluan berbuka puasa.
Sementara itu, Wabup Mahmud Effendi menjelaskan, sebagian besar warga yang saat ini menempati hunian sementara berasal dari Desa Pagaran Honas dan Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri. Mereka merupakan warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat bahkan hilang akibat bencana.
"Saya berharap warga tetap sabar menunggu hunian tetap ini selesai, sehingga nantinya dapat segera pindah,” ujar Mahmud Efendi.
Mahmud mengungkapkan, Pemkab Tapteng telah menyediakan kendaraan bagi warga pengungsi, sebagai sarana transportasi dari Asrama Haji Pinangsori menuju Desa Lubuk Ampolu dan Desa Pagaran Honas, terutama bagi warga yang ingin melihat kebun atau menjalankan aktivitas pekerjaan sehari-hari.
"Untuk anak-anak pengungsi, sementara waktu proses belajar dilakukan di sekolah terdekat, mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP," timpalnya.
Pengelola Hunian Sementara dari Yayasan Buddha Tzu Chi, Abu Lim menyampaikan, pembangunan huntap untuk korban bencana ekologis Tapteng terus dikebut. Total huntap yang dibangun di Tapteng sebanyak 118 unit.
Dari jumlah tersebut, sekitar 78 unit telah mencapai progres pembangunan 60 hingga 70 persen. Sedangkan sisanya masih berada pada kisaran 35 hingga 40 persen. Pihaknya menargetkan sekitar 50 unit hunian tetap dapat diserahkan kepada warga sebelum Idul Fitri.
Menurut Abu Lim, pembangunan hunian tetap sebelumnya ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan. Namun atas arahan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, proses pembangunan diupayakan dapat selesai lebih cepat.
"Hunian tetap tersebut dibangun dengan ukuran 6 x 6 meter persegi. Diperuntukkan bagi warga terdampak bencana, agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman," ucapnya.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]