TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Pandan - Penanganan sektor kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menunjukkan perkembangan positif. Berbagai langkah darurat hingga pemulihan jangka menengah telah dijalankan secara terpadu, oleh Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah.
Plt.Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan menyampaikan, sesuai instruksi bupati dan wakil bupati, pihaknya mempercepat berbagai program pelayanan kesehatan, guna memastikan kebutuhan medis warga tetap terpenuhi.
Baca Juga:
IDAI Soroti Masa Inkubasi Panjang Hantavirus, Penularan Sulit Terdeteksi
“Sejak hari pertama pascabencana, pelayanan kesehatan 24 jam telah dibuka di seluruh Puskesmas dan Posko Pengungsian. Tenaga kesehatan disiagakan secara bergiliran untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan,” kata Lisnawati, Senin(23/2/2026), di Pandan.
Ia menegaskan, hingga saat ini pelayanan kesehatan berjalan optimal dan aktif setiap hari di seluruh lokasi pengungsian. Selain layanan medis, perhatian juga diberikan pada aspek psikososial.
Tim kesehatan secara rutin melakukan pemantauan kondisi mental masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Edukasi kesehatan dan dukungan psikologis terus dilakukan, serta akan diperluas melalui penyusunan jadwal lanjutan, agar menjangkau lebih banyak warga terdampak.
Baca Juga:
Kasus Hantavirus di Samudra Atlantik Picu Kekhawatiran, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
“Untuk menjaga kesehatan bayi dan balita, imunisasi telah dilaksanakan di sejumlah titik pengungsian. Vaksin yang sebelumnya disimpan di Balai Besar Karantina Kesehatan Sibolga, kini telah didistribusikan. Pelayanan imunisasi dilakukan melalui Posyandu dan Posko Kesehatan di wilayah terdampak,” sebutnya.
Masih kata Lisnawati, upaya pencegahan penyakit menular juga digencarkan. Fogging pencegahan demam berdarah dilaksanakan di kawasan pengungsian, seperti GOR Pandan dan permukiman sekitar. Selain itu, vaksinasi rabies diberikan sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit dari hewan.
Dalam rangka deteksi dini, Plt Kadis Kesehatan Tapteng mengatakan, surveilans kesehatan aktif dilakukan di seluruh Puskesmas. Verifikasi sinyal penyakit yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) terus dipantau, termasuk pengiriman spesimen suspek campak untuk pemeriksaan lebih lanjut.