“Program gizi dan kesehatan anak turut diperkuat melalui layanan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Pelatihan tenaga kesehatan bersama relawan dari Wahana Visi Indonesia telah dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kolang, guna meningkatkan kualitas layanan bagi bayi dan anak di Pengungsian,” timpalnya.
Sementara itu, pelayanan bagi pasien penyakit kronis tetap berjalan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Pendataan pasien, monitoring pengobatan, serta distribusi obat dilakukan secara rutin dengan prioritas kelompok berisiko tinggi.
Baca Juga:
IDAI Soroti Masa Inkubasi Panjang Hantavirus, Penularan Sulit Terdeteksi
Di sektor infrastruktur, rehabilitasi fasilitas kesehatan (faskes) mulai dipersiapkan. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, untuk pembangunan kembali Puskesmas di Manduamas, Barus, dan Sorkam, sesuai standar Kementerian Kesehatan.
Pengawasan kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian. Pemeriksaan kualitas air bersih di Kecamatan Badiri telah dilakukan guna memastikan ketersediaan air yang aman bagi masyarakat. Monitoring ini melibatkan relawan kemanusiaan untuk menjaga sanitasi dan mencegah penyakit berbasis lingkungan.
Lisnawati menegaskan, progres penanganan kesehatan pascabencana menunjukkan hasil positif. Pelayanan kesehatan berjalan, program promotif dan preventif terus diperkuat, serta koordinasi lintas sektor semakin solid.
Baca Juga:
Kasus Hantavirus di Samudra Atlantik Picu Kekhawatiran, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
“Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat layanan di Pos Pengungsian, meningkatkan surveilans penyakit, mempercepat rehabilitasi fasilitas kesehatan, memperluas dukungan psikososial, serta memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga,” imbuhnya.
“Kita berharap, berbagai upaya tersebut mampu mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat, serta mengembalikan kehidupan warga terdampak ke kondisi yang lebih baik,” tandasnya.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]