Sebagai tindak lanjut dari penyusunan Nota Kesepahaman (MoU), kedua belah pihak bersama pemangku kepentingan terkait akan menggulirkan berbagai program aksi nyata.
Kerja sama ini direncanakan mencakup pembangunan dan pemasangan Public Warning System (PWS), di sejumlah kawasan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana banjir dan tanah longsor.
Baca Juga:
Normalisasi Sungai Silaga-laga, BNPB dan Pemkab Tapteng Kerahkan 4 unit Alat Berat
Yayasan Obor Berkat Indonesia merupakan lembaga kemanusiaan yang berkomitmen mendukung upaya pengurangan risiko bencana, melalui penguatan sistem peringatan dini dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi peringatan dini secara cepat, akurat, dan mudah diakses sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Dalam rencana kerja sama strategis ini, Yayasan OBI bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah akan mengintegrasikan teknologi modern langsung ke tengah-tengah masyarakat.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Salurkan DTH bagi Korban Bencana di Kecamatan Sarudik
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pemasangan perangkat Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS), yang dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) dan multisensor.
Perangkat canggih ini akan dipasang di sejumlah rumah ibadah, baik masjid maupun gereja, yang berada di kawasan berisiko tinggi.
Pemilihan rumah ibadah tidak hanya didasarkan pada fungsinya sebagai pusat komunitas, tetapi juga agar dapat berfungsi ganda sebagai sarana pemantauan kondisi lapangan secara real-time, sekaligus media penyebarluasan informasi darurat kepada warga sekitar.