Capaian ini merupakan langkah pertama dalam program ecobrick “Dari Hati Untuk Bumi”, yang dibesut PT Agincourt Resources (PTAR) pada tahun 2025.
“Dulu plastik rumah tangga itu sampah yang dibuang begitu saja. Sekarang masyarakat menyimpannya, memilahnya, lalu mengisinya menjadi ecobrick. Hasilnya bisa kita lihat sendiri, menjadi taman yang dapat dinikmati masyarakat,” kata Damai.
Baca Juga:
Dukung Pembelajaran Digital, PTAR Berikan Smart Board Interactive ke 4 Sekolah di Tapsel
Selain menjadi taman, lanjutnya, ribuan ecobrick tersebut digunakan sebagai penanda visual (signage) untuk Martabe Cocoa dan Martabe Farm, program pengembangan ekonomi lokal PTAR, yang berada dekat dengan Sopo Daganak.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]