TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Sibolga - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke sejumlah sekolah di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menuai sorotan.
Pasalnya, makanan yang disalurkan kepada siswa diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi, bahkan ditemukan berjamur dan basi. Menu yang disuguhkan juga dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang diperuntukkan untuk program tersebut.
Baca Juga:
Disambut Gembira, Kapolrestabes Medan Terharu dan Bangga Pada Siswa-siswi SDN 106162 Desa Medan Estate
Ketua Forum Masyarakat Adil untuk Semua (FORMAS), Ediyanto Simatupang, mengaku jika pihaknya telah mengantongi nama yayasan yang diduga tidak mematuhi petunjuk teknis (juknis) serta SOP, dalam pelaksanaan program MBG di wilayah Sibolga dan Tapteng.
“Menu MBG yang disuguhkan ke siswa dinilai tidak layak dan tidak masuk akal. Bahkan ada makanan yang diduga berjamur dan basi. Parahnya lagi, menu yang diberikan tidak sesuai dengan harga atau anggaran per porsi,” ujar Ediyanto, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN), komposisi makanan dalam program MBG seharusnya memenuhi standar gizi yang seimbang. Namun kondisi di lapangan justru jauh dari ketentuan tersebut.
Baca Juga:
Puluhan Pelajar SD di Nias Utara Sakit Perut dan Sesak Nafas Usai Konsumsi Susu MBG
Ediyanto menyayangkan pihak perwakilan BGN yang dinilai masih memberikan kepercayaan dan izin operasional, kepada mitra yayasan yang diduga tidak menjalankan program sesuai aturan.
“Kita tidak ingin program dari Presiden Prabowo Subianto dijadikan topeng untuk praktik mencari keuntungan oleh oknum mitra yayasan, dengan berkedok program gizi,” tegasnya.