TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Batang Toru - Berbagai langkah dilakukan PT Agincourt Resources (PTAR) untuk mewujudkan energi bersih dan mewariskannya kepada generasi selanjutnya.
Teranyar, pengelola Tambang Emas Martabe ini mendukung kegiatan Webinar “Clean Energy Goes: Peran Gen Z dalam Transisi Energi".
Baca Juga:
Kembalikan Tanaman Kakao di Tapanuli Selatan, Agincourt Resources Gelontorkan Program Martabe Cocoa
Webinar yang diselenggarakan secara online, Sabtu (13/6/2026), menghadirkan Dewan Pakar Ketenagalistrikan Indonesia, Ir Riki Firmandha Ibrahim, M.Sc.
Selain didukung PT Agincourt Resources, webinar yang merupakan kolaborasi nasional dari NNC ini, juga di sokong Harita Nickel, Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT PLN
(Persero).
Seratusan pelajar, mahasiswa dari Sabang sampai Merauke, hingga jurnalis, mengikuti webinar melalui layanan zoom meeting.
Baca Juga:
Ini Strategi Agincourt Resources Mengawetkan Hutan Batang Toru dan Orangutan Tapanuli
Dalam paparannya, Dewan Pakar Ketenagalistrikan Indonesia, Riki Firmandha Ibrahim menyebutkan, pembakaran karbondioksida di dunia terus meningkat tajam.
PTAR memasang panel surya di 42 bangunan Tambang Emas Martabe sebagai bagian dari pemanfaatan energi terbarukan
Perubahan iklim, krisis energi global, serta komitmen Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060, menuntut percepatan transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.
“Tantangan terbesar yang dihadapi tidak hanya terletak pada aspek teknologi, melainkan juga pada tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda sebagai garda terdepan dalam menyukseskan transisi energi bersih di Indonesia,” ujar Riki.
Menurutnya, Indonesia masih bergantung pada impor BBM dan LPG fosil. Krisis ini mengancam ketahanan energi dan membebani APBN melalui subsidi.
Oleh karena itu, krisis yang terjadi perlu dihadapi dengan pendekatan yang terukur, dan berfokus pada pencarian solusi yang berkelanjutan.
“Kita harus berubah. Jangan pakai LPG lagi, tapi pakai kompor listrik. Pilah-pilih sampah, apa yang bisa kita gunakan sebagai pembakaran. Hemat energi, matikan listrik apabila tidak diperlukan,” imbuhnya.
Data yang berhasil di himpun, PT Agincourt Resources berkomitmen menyeimbangkan produksi dengan keberlanjutan lingkungan, melalui berbagai langkah efisiensi dan pemanfaatan energi terbarukan.
Menerapkan sistem pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 2,0 Megawatt Peak (MWp), dengan konfigurasi on-grid rooftop dipasang di kompleks perumahan karyawan mencakup 42 bangunan.
Tahun 2023, Agincourt Recources juga menggunakan excavator ramah lingkungan Komatsu HB365-1 yang mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga 17 persen, dan mengurangi gas buang emisi karbon hingga 13 kg per jam.
Langkah strategis lainnya, tahun 2024, dimana PTAR menggunakan 275.000 unit Renewable Energy Certificate (REC), atau setara 275 Megawatt hour (MWh) listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) dari PLN.
Perusahaan pertambangan yang bergerak di bidang eksplorasi, penambangan, dan pengolahan mineral batangan emas dan perak ini, juga menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, dengan beralih ke B40, yaitu campuran 40 persen biodiesel dan 60 persen solar.
PTAR juga menggunakan peralatan processing berupa Instalasi Slip Energy Recovery (SER), dengan potensi penghematan energi sebesar 6,49 persen per bulan.
Agincourt Resources yang beroperasi di Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan ini, mengimplementasikan teknologi Closed-Loop Energy Reclamation dengan Intelligent Torque Control (ITC) pada sistem ore grinding, yang mampu mereklamasi energi panas dan selip yang sebelumnya terbuang.
Sebagai bagian dari inovasi pengelolaan lingkungan pada proses blasting, Agincourt Resources menjalankan program pemanfaatan minyak pelumas bekas menggunakan teknologi Hypobaric Fraction Separator.
Dengan rangkaian ikhtiar nyata tersebut, PT Agincourt Recources membuktikan bahwa transisi energi bersih bukan hanya wacana, melainkan dapat diwujudkan melalui komitmen dan inovasi berkelanjutan.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]