TAPTENG.WAHANANEWS.CO - BADIRI Pemerintah Desa Gunung Kulambu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah memastikan bahwa seluruh bantuan yang diterima hingga saat ini telah disalurkan secara tepat sasaran kepada warga terdampak bencana.
Hal ini dipertegas dalam pertemuan bersama warga, tokoh masyarakat, pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan aparatur desa yang diadakan di Kantor Desa Gunung Kulambu pada Senin (23/2/2026).
Baca Juga:
28 KPM Aek Horsik Terima BLT Tahap Akhir 2025, Dorong Pemulihan Pasca Banjir
Pendataan Korban Banjir Sudah Dilaporkan Sesuai Prosedur
Sekretaris Desa Abdul Holil Tampubolon menjelaskan bahwa seluruh korban banjir yang terjadi pada 25 November 2025 telah didata secara menyeluruh, mulai dari bangunan yang hilang, rusak parah, rusak sedang, hingga rusak ringan. Data tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kabupaten sesuai instruksi dari kecamatan.
"Pada awalnya instruksi hanya mencakup rumah yang hanyut dan rusak parah, namun selanjutnya kami diminta mendata juga kerusakan tingkat sedang dan ringan. Data telah kami serahkan, namun penetapan kategori kerusakan menjadi tanggung jawab OPD terkait di Kabupaten. Kami tidak pernah memilih atau menentukan status kerusakan rumah secara sepihak," ujar Abdul saat menjawab pertanyaan warga terkait alasan beberapa korban belum menerima bantuan, sementara 7 warga telah mendapatkan uang tunai Dana Tunai Hunian (DTH) dari pemerintah.
Baca Juga:
Bupati Tapteng Kunjungi Pengungsian Kebun Pisang, Negara Hadir untuk Warga Terdampak Banjir
Bantuan Disalurkan Langsung Tanpa Pemilihan
Abdul juga menegaskan bahwa seluruh bantuan baik dari desa, kecamatan, maupun pemerintah kabupaten langsung disalurkan kepada warga terdampak tanpa terkecuali.
"Termasuk bantuan sembako seperti beras, mie instan, kami salurkan bahkan antar langsung ke rumah masing-masing. Jika warga bersangkutan tidak ada di rumah, kami titipkan kepada Kepala Dusun untuk diberikan kemudian hari," jelasnya.
Mengenai bantuan DTH, ia menyatakan bahwa pihak desa tidak berwenang untuk menyebutkan nilai nominal maupun jadwal pencairan.
"Kami tidak pernah menyampaikan berapa besar bantuan untuk setiap kategori kerusakan, dan juga tidak mengetahui kapan dana tersebut akan dicairkan. Oleh karena itu, kami tidak berani memberikan janji apapun terkait hal ini," tegasnya.
Pernyataan di Media Sosial Dinilai Keliru Akibat Miskomunikasi
Menanggapi video permintaan dan keluhan warga yang muncul di akun media sosial pada Sabtu lalu, Kepala Desa Gunung Kulambu Sudarma menjelaskan bahwa pernyataan yang menyebutkan beberapa warga tidak pernah menerima bantuan adalah keliru dan kurang tepat.
"Warga yang muncul dalam video tersebut juga telah menerima bantuan sembako berupa beras dan mie instan dari desa. Ia memang merasa kecewa karena proses pendataan yang dirasa lambat, dan menyampaikan bahwa belum menerima bantuan seperti kompor, kuali, atau uang tunai. Padahal, bantuan jenis tersebut belum juga diterima oleh desa untuk didistribusikan," ujar Sudarma.
Menurutnya, warga bersangkutan sendiri telah mengakui sebagai penerima bantuan beras yang dibagikan desa.
"Ini merupakan kasus miskomunikasi semata. Seluruh bantuan yang diterima desa telah disalurkan sesuai data yang ada. Permintaan terkait kebutuhan dapur yang rusak sebenarnya lebih tepat untuk disampaikan sebagai bentuk harapan kepada pemerintah tingkat yang lebih tinggi," tambahnya.
Pemerintah Desa Gunung Kulambu berharap seluruh warga dapat bersabar dan melakukan koordinasi langsung dengan pihak desa jika ada hal yang ingin disampaikan atau ditanyakan, guna menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.
[REDAKTUR : JOBBINSON PURBA]