TAPTENG.WAHANANEWS.CO - BADIRI – Senyum harapan kembali menghiasi wajah warga Desa Lubuk Ampolu dan Desa Pagaran Honas di Kecamatan Badiri, serta masyarakat Desa Aek Bottar di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Baca Juga:
PLN IP UBP Labuhan Angin Audiensi dengan Korem 023/KS
Pasalnya, akses penghubung yang rusak parah akibat banjir bandang akan segera pulih kembali.
Melalui Satuan Tugas Pengendalian Bencana Alam (Satgas Gulbencal) di bawah Korem 023/Kawal Samudera (KS) dan berkoordinasi dengan Kodim 0211/Tapanuli Tengah, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) secara resmi memulai pembangunan Jembatan Aramco pada Senin (6/4/2026).
Baca Juga:
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Danrem 023/Kawal Samudra di Dairi
Jembatan ini dirancang dengan konstruksi yang lebih kokoh, efisien, dan tangguh menghadapi tantangan alam di masa mendatang.
Dalam keterangannya, Komandan Korem 023/KS, Kolonel Inf Iwan Budiarso, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan sebelumnya telah menimbulkan dampak luas bagi kehidupan warga.
Sebagai penghubung utama antarwilayah, kerusakan tersebut melumpuhkan mobilitas, mulai dari pengangkutan hasil pertanian, akses pendidikan bagi anak-anak, hingga pelayanan kesehatan yang menjadi sangat sulit dijangkau.
“Pembangunan Jembatan Aramco ini merupakan langkah nyata sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur serta mengembalikan roda kehidupan masyarakat pascabencana,” ujar Danrem.
Sementara itu, di lokasi pembangunan, Komandan Kodim 0211/Tapanuli Tengah, Kolonel Inf Wahyu Wicaksono, menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung semata.
Lebih dari itu, jembatan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.
“Dengan menerapkan konstruksi pelat baja tipe Armco yang dikenal memiliki keunggulan dalam kecepatan pembangunan serta ketahanan terhadap kondisi alam ekstrem, jembatan ini diharapkan memiliki usia pakai yang lebih lama dan minim perawatan,” tambah Dandim usai memimpin acara peletakan batu pertama atau groundbreaking yang bertajuk Jembatan Garuda Kodam I Bukit Barisan.
Proyek pembangunan ini akan dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Satgas Gulbencal Kodim 0211/TT, Yon TP 908/Garda Damai, dan Denzibang 4/1 Sibolga. Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan peralatan mekanik maupun manual, seperti ekskavator, alat angkut, hingga peralatan kerja lapangan lainnya.
Secara teknis, pembangunan berjalan secara bertahap dan sistematis. Dimulai dari persiapan pondasi dan dudukan konstruksi, dilanjutkan dengan perakitan pelat baja tipe Armco, pengecoran struktur pendukung, hingga tahap penyempurnaan berupa pengecatan, pemasangan pagar pengaman, serta penimbunan dan perapian badan jembatan.
Perwakilan satuan pelaksana, Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono, S.Hub., Int., M.H.I., menyampaikan bahwa jembatan ini memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi masyarakat.
Keberadaannya akan menyatukan kembali wilayah yang terputus, sekaligus membuka akses transportasi yang lebih lancar dan aman.
Sementara itu, Camat Badiri, Ahmad Saufi Pasaribu, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah cepat dan terencana yang dilakukan oleh pihak TNI.
Menurutnya, seluruh konsep dan strategi pelaksanaan pembangunan dijalankan secara profesional oleh para prajurit. Pihaknya juga berharap masyarakat dapat ikut serta berpartisipasi untuk menyukseskan pembangunan tersebut.
“Dahsyatnya dampak bencana membuat kita terisolasi seolah terputus dari dunia luar. Namun kini, harapan itu kembali hadir.
Warga tidak lagi kesulitan bergerak, dan anak-anak kita bisa kembali melanjutkan pendidikan dengan tenang,” ungkap Ahmad dengan penuh rasa syukur.
Ia juga menekankan bahwa jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol kebangkitan dan harapan baru bagi masyarakat untuk membangun masa depan yang lebih cerah pascabencana.
Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat instansi terkait, antara lain Danrem 023/KS, Kasrem 023/KS, Dandim 0211/TT, Danlanal Sibolga, Kepala Dinas PU dan Perumahan dan Kawasan Permukiman Tapteng, Kepala BNPBD Tapanuli Tengah, Kapolres Tapteng, Dansat Radar Sibolga, Danramil Pinangsori, serta perwakilan masyarakat setempat.
Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga diselingi dengan penanaman pohon di sepanjang pinggiran sungai. Tanaman keras yang dipilih diharapkan mampu memperkuat struktur tanah sekaligus menghijaukan kembali wilayah yang terdampak.
Usai seremonial pembukaan, rombongan pejabat yang hadir juga meninjau lokasi pembangunan hunian tetap bagi warga korban banjir di kawasan Hamente Lubuk Ampolu sebagai bentuk perhatian lanjutan bagi pemulihan masyarakat.
[REDAKTUR : HADI KURNIAWAN]