TAPTENG.WAHANANEWS.CO - BADIRI Musyawarah Desa (Musdes) khusus penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dan Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 di Desa Lubuk Ampolu berlangsung khidmat dan demokratis.
Ratusan warga dari berbagai dusun hadir untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Baca Juga:
Pemdes Simanosor Tapteng Salurkan BLT Dana Desa 2024 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Musdes yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Fijema Telaumbanua, diawasi ketat oleh Pendamping Desa, Camat Badiri Ahmad Saufi Pasaribu, Kapolsek Pinangsori AKP. Jonggara Hutajulu, Babinsa Koramil 04 Pinangsori, dan seluruh aparatur desa. Prosesnya berlangsung terbuka, memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan usulan dan masukan terkait kelayakan calon penerima BLT DD.
Kepala Desa menekankan pentingnya memastikan penerima BLT DD benar-benar layak dan sesuai kriteria pemerintah.
"Raisa Waruwu, bagaimana Bapak Ibu, apa saja warga ini layak atau tidak?" tanyanya kepada warga, menunjukkan komitmen transparansi dalam proses tersebut.
Baca Juga:
Jelang Lebaran 1445 H, Pemdes Mombangboru Salurkan BLT Dana Desa Triwulan I
Camat Badiri, Ahmad Saufi Pasaribu, mengapresiasi partisipasi aktif warga. Ia berharap masukan yang diberikan akan membantu pemerintah desa menyeleksi penerima BLT DD secara tepat.
"Kita berharap warga bisa memberikan masukan siapa saja yang layak dan diprioritaskan," ujarnya.
Kapolsek Pinangsori, AKP. Jonggara Hutajulu, mengajak warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Musdes.
Ia menekankan bahwa hasil Musdes merupakan kesepakatan bersama dan diharapkan menjadi yang terbaik bagi seluruh warga.
Salah seorang warga mengungkapkan rasa puas atas keterbukaan Musdes.
"Ini yang sesuai, kita ditanya apakah orang tersebut layak atau tidak menerima bantuan desa. Jadi, kita punya hak menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sesuai persyaratan pemerintah," tuturnya.
Setelah melalui proses musyawarah yang demokratis, disepakati 34 KPM sebagai penerima BLT DD 2025.
Selain itu, warga juga mengusulkan program Ketahanan Pangan berupa pengadaan ternak ayam, yang akan dikelola oleh kelompok masyarakat.
Dana sebesar 20% dari Dana Desa akan dialokasikan untuk program ini sesuai instruksi pemerintah pusat.
Kepala Desa Fijema Telaumbanua menegaskan bahwa keputusan tersebut murni hasil usulan dan kesepakatan bersama masyarakat.
[REDAKTUR : HADI KURNIAWAN]