TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Sibabangun - Seorang pria yang berprofesi sebagai tukang pijat refleksi bernama Rusiakup (39), ditemukan tewas di kamarnya, di Lingkungan VI Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah, Sabtu (14/3/2026), sekira pukul 07.30 WIB
Kematiannya menuai kecurigaan dari keluarga. Ada luka dibagian kepala sebelah belakang Rusiakup. Pada tempat tidur korban, ditemukan bercak darah. Selain itu, dua unit handphone milik korban juga hilang.
Baca Juga:
Kapolri Tunjuk Kombes Reynold Hutagalung Menjabat Kapolres Jakpus
Informasi dihimpun, meninggalnya korban pertama kali diketahui oleh adik kandungnya, Rahman Mulia (31), yang curiga melihat pintu tempat usaha Rusiakup terbuka, namun tidak melihat keberadaan korban.
Rahman masuk ke tempat usaha korban dan langsung melihat ke kamarnya. Ia melihat korban berada di tempat tidur dengan kondisi tubuh tertutup selimut.
Rahman membangunkan korban namun panggilan yang tidak direspon, membuatnya curiga. Ia membuka selimut yang menutupi tubuh korban, dan mendapatkan korban telah meninggal dunia dengan posisi telungkup.
Baca Juga:
Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Camat Sibabangun: Jangan Takut Bermimpi Besar
Rahman memanggil abangnya Ramayadi, sembari memberitahukan jika korban telah meninggal dunia. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke pihak kelurahan dan Polsek Sibabangun.
Kapolsek Sibabangun, Iptu Toto Catur Wahono, membenarkan peristiwa yang terjadi. Ia mengaku jika pihaknya telah menangani kasus tersebut, untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
"Sudah kita tangani. Tim Inafis Polres Tapteng sudah melakukan olah TKP. Petugas medis juga telah melakukan visum luar terhadap jenazah korban," ujarnya.
Totok menambahkan, berhubung keluarga tidak berkenan untuk dilakukan otopsi, pihaknya menyerahkan jenazah korban untuk proses fardu kifayah.
Namun walaupun demikian, sambung Totok, personel Polsek Sibabangun dan Tim Opsnal Polres Tapteng terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman, dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk termasuk keluarga korban.
[Redaktur : Dzulfadli Tambunan]