TAPTENG.WAHANANEWS.CO - SIBABANGUN
Melonjaknya harga pupuk saat ini memicu keresahan di tengah tengah masyarakat kabupaten Tapanuli tengah khususnya para petani sawah.
Hingga bayang-bayang gagal panen menghantui para petani padi, seperti di Desa Mobangboru, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Baca Juga:
Tekan Kemiskinan, Kementan Ungkap Peluang Nias Barat Cetak Sawah untuk Swasembada Pangan
Kenaikan harga pupuk yang signifikan membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan pertanian.
Keluhan ini disampaikan langsung para petani kepada awak media pada Rabu (4/6/2025).
Pak Regar (49), salah satu petani setempat, mengungkapkan keprihatinannya.
Baca Juga:
Lahan Pertanian Bali Menyusut, Masyarakat Diminta Aktif Cegah Alih Fungsi
Harga pupuk Urea yang biasanya Rp 3.000 per kilogram, kini meroket hingga Rp 3.500 – Rp 4.000 per kilogram.
"Satu sak pupuk 50 kilogram Postka Rp 180.000,' dan Urea Rp 175.000," keluhnya.
Kenaikan ini memberatkan petani, terutama yang mengelola sawah dengan sistem bagi hasil.