"Kami akan mencoba dengan beberapa konsep yakni, mendatangkan tenaga ahli dan pendampingan dari hulu ke hilir," urainya.
"Impian kami adalah bagaimana Tapanuli Selatan punya produk unggulan kakao yang menjadi kebanggan. Bukan hanya sekedar kopi," sambungnya.
Baca Juga:
Catat Transaksi WIITEX 2026 Hingg Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao
Christine juga menyebutkan jika pihaknya telah melakukan beberapa studi sebelum menggelontorkan program tersebut. Ia meyakini, dengan sinergitas yang baik, program tersebut akan berjalan dengan sukses.
"Ini bukan yang paling besar, tapi ini awal dari program kita menjadikan Tapanuli Selatan sebagai pusat produksi kakao, sehingga nantinya akan dapat mensejahterakan petani kakao," harapnya.
Janji Butarbutar, warga Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, mengucapkan terima kasih atas perhatian PT Agincourt Resources terhadap petani kakao. Ia meyakini, bibit unggul yang diberikan akan memberikan harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian petani.
Baca Juga:
Catat Transaksi WIITEX 2026 Hingg Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao
"Semoga bibit unggul ini memberikan harapan baru bagi kami," ujarnya.
Janji berharap, pengelola Tambang Emas Martabe terus memberikan arahan dan pendampingan kepada mereka, sehingga budidaya kakao tersebut dapat berhasil.
"Harapan kami agar kiranya Agincourt Resources terus memberikan pendampingan dan penyuluhan sampai nanti bibit coklat ini berhasil," sebutnya.