TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Lumut - Meningkatkan kemampuan literasi di kalangan santri dan santriwati, Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudlatul Hasanah, Lumut, Tapanuli Tengah, menggelar pelatihan jurnalistik selama dua hari, 13-14 April 2026.
Pelatihan jurnalistik ini menghadirkan sejumlah narasumber termasuk dua wartawan senior yang bertugas di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga yakni, Dzulfadli Tambunan dan Deny Siahaan.
Baca Juga:
Membangun Pendidikan Kontekstual di Kabupaten Lanny Jaya
Kegiatan yang juga mencakup praktek langsung bagi peserta dalam menulis berita serta pemahaman etika pers, juga untuk menggali potensi serta meningkatkan kemampuan santri dan santriwati dalam dunia kepenulisan dan peliputan berita.
Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Lumut, Ust. Hardian Syahputra mengutarakan, kegiatan digelar dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mengolah, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas.
"Dengan bekal ilmu jurnalistik ini, para santri dapat meningkatkan literasi informasi, terutama di era digital saat ini," ujarnya, Selasa (14/4/2026), di Lumut.
Baca Juga:
Gerakan Literasi dari Kota ke Dusun, Pegiat Literasi Papua Pegunungan Apresiasi Relawan Literasi di Tolikara
Dzulfadli Tambunan, salah satu pemateri, membagikan pengetahuan seputar dunia jurnalistik, serta penyajian berita secara etis, profesional, dan bertanggung jawab.
Redaktur media online WahanaNews.co ini juga menjabarkan proses pencarian, pengumpulan, pengolahan, hingga penerbitan berita.
"Sembari memperkenalkan dunia jurnalistik, kita menggali bakat menulis di kalangan santri dan santriwati," kata Dzulfadli.
Pria yang pernah menjuarai karya tulis jurnalistik ini menegaskan pentingnya regenerasi jurnalis, khususnya dari kalangan santri dan santriwati.
Sementara itu, Deny Siahaan, yang merupakan Kabid Pemberitaan RRI Sibolga, menyampaikan materi teknik menulis berita, pengambilan foto jurnalistik, dan tata bahasa.
Diharapkan melalui pelatihan ini, santri dan santriwati tidak hanya mampu menulis dengan baik, tetapi juga terlatih menjadi insan pers yang kritis, objektif, dan penuh tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]