"Ini upaya memulihkan kembali kawasan terumbu karang. Membuat terumbu karang akan meningkatkan kesadaran serta pemahaman akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem pesisir dan biota laut. Jadi yang didemonstrasikan adalah pembuatan terumbu karang reef bowl," ucap Damai.
Lebih jauh disebutkan, ekosistem yang sehat tidak hanya menjaga keseimbangan alam, tetapi juga mampu mendukung pengembangan pariwisata bahari, menjamin kelangsungan dan hasil tangkapan nelayan, serta berperan besar dalam menjaga stabilitas iklim wilayah dan menahan laju perubahan iklim global.
Baca Juga:
Gema Ramadhan 1447 Hijriah, PT Agincourt Recources Gelar Beragam Lomba Bernuansa Islami
Oleh itu, Damai mengajak masyarakat ikut melestarikan lingkungan, dengan disiplin melakukan tindakan-tindakan kecil seperti, tidak membuang sampah ke sungai atau laut, memilah sampah dari rumah, serta tidak merusak terumbu karang maupun tanaman bakau.
Damai juga mengapresiasi pengelola Tambang Emas Martabe yang senantiasa mendukung hingga terbentuknya Kelompok Konservasi Laut Nusantara, sebagai upaya pelestarian pesisir di wilayah Tapanuli Tengah dan sekitarnya, agar dapat berjalan dalam jangka panjang.
"Ini menjadi bukti nyata bahwa PT Agincourt Resources berkontribusi menjelajah hingga ke Tapanuli Tengah," tukasnya
Baca Juga:
Kembalikan Tanaman Kakao di Tapanuli Selatan, Agincourt Resources Gelontorkan Program Martabe Cocoa
Sementara itu, Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development Agincourt Resources, Syaiful Anwar menyampaikan, aksi bersih kawasan hutan mangrove dan workshop membuat terumbu karang merupakan upaya strategis PTAR untuk fokus terhadap konservasi sumber daya laut.
PT Agincourt Resources membidik Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga disebabkan areanya yang berada di kawasan teluk, yang menjadi rumah dari biota laut.
"Ini bagian dari upaya sistematis dan terencana untuk menghindari ancaman kepunahan terumbu karang dan perlindungan kawasan pesisir," kata Syaiful.