TAPTENG.WAHANANEWS.CO, Sibolga - Menjaga situasi kamtibmas serta kelancaran arus lalu lintas pasca pelaksanaan Operasi Lilin Toba 2025, Polres Sibolga melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polres Sibolga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu 3 Januari 2026, mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai, dengan lokasi kegiatan di Jalan SM Raja, Pos Pelayanan (Posyan) Terminal Sibolga.
Baca Juga:
5 Tersangka Penganiayaan Berujung Maut di Masjid Agung Sibolga Ditangkap Polisi
KRYD ini melibatkan unsur lintas instansi, terdiri dari empat personel Polri, satu personel TNI, dua personel Dinas Perhubungan, satu personel Pemadam Kebakaran, serta satu personel Satpol PP. Kegiatan dipimpin langsung Kepala Posyan Terminal, Ipda Dedi Kurniawan.
Dalam pelaksanaannya, personel Posyan Terminal melaksanakan patroli di sekitar area Terminal Bus Sibolga, guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Kaposyan Terminal juga memberikan arahan kepada seluruh personel agar selalu siaga dan standby di Posyan, serta memastikan tidak ada kekosongan personel demi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Baca Juga:
Wujudkan Situasi Aman dan Kondusif, Polres Sibolga Laksanakan Patroli Dialogis
"Petugas juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di depan Posyan Terminal, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan kendaraan, khususnya pada malam hari," ujar Dedi Kurniawan.
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, sambung Dedi, situasi arus lalu lintas di depan Posyan Terminal terpantau aman dan lancar. Selain itu, terjadi penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
"Kesadaran masyarakat dalam menggunakan helm dan mematuhi peraturan lalu lintas juga meningkat," imbuh Dedi.
Secara keseluruhan, selama pelaksanaan KRYD pasca Ops Lilin Toba 2025, situasi kamtibmas di wilayah Posyan Terminal Bus Sibolga berada dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali.
"Polres Sibolga berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan preventif, guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya di pusat-pusat aktivitas publik," pungkasnya.
[Redaktur: Dzulfadli Tambunan]